6 Penyelesaian Konflik di Ending Spirit Fingers, Berakhir Memuaskan?

Spirit Fingers telah merilis episode akhirnya pada Rabu, 26 November 2025. Setelah menemani penonton dengan kisah romansa, konflik, dan komedi, drama ini menutup ceritanya dengan memberikan penyelesaian dari konflik yang dialami para tokohnya. Setiap konflik yang dialami tokoh utama hingga tokoh pendukung diselesaikan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan mereka. Berikut ini enam poin penyelesaian dari berbagai masalah yang muncul di akhir drama Spirit Fingers.
1. U Yeon menemukan jati diri yang selama ini dicarinya

Setelah menghadapi tekanan batin yang berat, U Yeon akhirnya telah menemukan jati dirinya. U Yeon mampu menemukan apa yang menjadi selama ini menjadi bakat dan mimpi yang ia inginkan. Pencariannya itu bukanlah hal yang mudah, ia dihadapkan dengan berbagai masalah yang datang di berbagai sisi.
U Yeon harus menghadapi tekanan verbal dari sang ibu yang mampu membuat dirinya kembali tidak percaya diri. Ia juga harus bertarung dengan pikirannya sendiri sehingga membuatnya merasakan pasang surut perasaan yang terus memberatkan. Meski begitu, kini ia mampu berdiri untuk dirinya sendiri dan mengucapkan dengan lantang apa yang menjadi impiannya.
2. Masa lalu kelam dari ibu U Yeon akhirnya terungkap

Di awal cerita, disebutkan bahwa ibu U Yeon pernah menekuni balet, tetapi tidak diceritakan secara detail. Ternyata di ending, latar belakangnya ini memengaruhi pola asuh dan cara sang ibu membesarkan U Yeon. Sang ibu akhirnya membuka diri dan bercerita tentang masa lalunya pada U Yeon. Diceritakan awalnya ibu U Yeon memberikan sepatu balet pada temannya bernama Seung Hee, teman yang dikenal memiliki latar belakang ekonomi yang kurang mampu.
Namun, suatu ketika Seung Hee mengalami cedera karena kecelakaan, tetapi justru ibu U Yeon yang dituduh. Peristiwa itu membuat ia berhenti balet. Keputusan ibu U Yeon untuk akhirnya menceritakan masa lalu kelamnya pada U Yeon menandakan bahwa ia mulai berdamai dengan masa lalu dan menunjukkan usahanya untuk lebih terbuka kepada U Yeon.
3. Keluarga U Yeon menjadi keluarga yang saling menghargai

Awalnya keluarga U Yeon adalah keluarga yang penuh tuntutan. U Yeon dan kedua saudaranya terus saja dituntut untuk memenuhi ekspektasi kedua orang tuanya. Hubungan ayah dan ibu U Yeon juga tidak baik, keduanya kerap kali bertengkar di depan anak-anaknya. Hingga puncaknya yaitu ketika saat U Deol mengatakan unek-uneknya tentang perilaku sang ibu dan ayah, kemudian berakhir dengan pertengkaran antara sang ayah dan U Seok. Hal tersebut membuat U Deol sempat menghilang dan ditemukan di rumah sakit saat mengantar Bong Gu yang terjatuh. Di sana, hubungan antara U Deol dan ibunya pun membaik.
Hubungan antara sang ibu dan U Yeon pun telah membaik ketika mereka sama-sama terbuka dengan sesuatu yang membebaninya. U Yeon bercerita tentang keinginannya menekuni dunia seni dan ibunya yang bercerita tentang masa lalunya saat menekuni dunia balet. Di akhir cerita, sang ibu akhirnya mendukung penuh keptusan U Yeon yang ingin kuliah di jurusan seni. Hubungan sang ayah dengan U Yeon pun mengalami peningkatan, kini U Yeon tidak lagi takut berbicara dengan sang ayah. Ayahnya juga menjadi sosok yang ikut membantu pekerjaan rumah dan peduli dengan keluarganya.
4. Gi Jeong memilih untuk serius mendalami akting

Selama ini, Gi Jeong merupakan model yang sangat mumpuni. Tubuhnya yang tinggi dan postur tubuhnya yang tegap membuatnya cocok memakai berbagai macam model pakaian. Gi Jeong pun awalnya merasa akan terus menjadi model. Namun, karena melihat U Yeon ingin memiliki mimpi, Gi Jeong juga mulai memikirkan bagaimana impiannya.
Hingga suatu hari, seseorang dari sebuah agensi ingin merekrutnya dan membuat Gi Jeong mulai menyusun rencana masa depannya. Di ending cerita, Gi Jeong ternyata telah dipilih sebagai aktor pendukung dalam sebuah drama. Hal ini menandakan keseriusan Gi Jeong untuk terus menggapai impiannya.
5. U Yeon dan Gi Jeong menjadi pasangan yang memiliki komunikasi yang baik

Pada pertengahan cerita, U Yeon dan Gi Jeong merupakan pasangan yang sangat manis dan serasi. Keduanya saling terus terang dalam mengungkap kasih sayangnya. Namun, menjelang akhir cerita hubungan keduanya menjadi renggang karena kurangnya komunikasi. U Yeon kerap kali berbohong dan berlagak baik-baik saja dihadapannya.
Ia juga tidak mau menceritakan permasalahannya pada Gi Jeong sehingga membuat Gi Jeong menganggap U Yeon tidak percaya kepadanya. Hal ini membuat keduanya tidak saling kontak selama berhari-hari. Kini, Gi Jeong dan U Yeon kembali menjadi pasangan yang mengutamakan komunikasi. Keduanya saling terbuka dengan membagikan hal-hal yang selama ini menjadi beban dalam hubungan mereka.
6. Geu Rin dan Seon Ho akhirnya saling percaya dan fokus masa depan

Geu Rin dan Seon Ho sempat mengalami konflik karena mantannya bernama Heo Zero membuat hubungan mereka merenggang. Pada saat itu, Seon Ho tidak percaya apabila Geun Rin telah move on dari Heo Zero. Ia merasa dirinya dan Geu Rin bukan seperti pasangan kekasih sesungguhnya karena masih di bayang-bayangi oleh sang mantan. Kemudian, Geu Rin juga bingung bagaimana bisa lepas dari gangguan mantannya.
Akhirnya, setelah mendapat saran dari para anggota Spirit Fingers, ia meyakinkan Seon Ho dengan menemui Heo Zero. Geu Rin mengatakan pada Heo Zero bahwa dirinya sudah selesai dengan masa lalunya itu dan sangat menyukai Seon Ho. Seon Ho pun memberikan kepercayaan penuh pada kekasihnya itu. Kini, mereka fokus menghabiskan sisa waktu bersama sebelum Seon Ho berangkat wajib militer.
Itulah 6 penyelesaian dari konflik yang selama ini menambah warna perjalanan cerita Spirit Fingers. Setiap tokoh memperoleh penyelesaiannya masing-masing. Mereka diberikan tempat untuk tumbuh dan bergerak maju, dan menjadi individu yang lebih matang dari masa lalu mereka. Melalui akhir ceritanya, drama ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki waktu dan tempatnya sendiri untuk bersinar. Walaupun langkah kita terasa lebih lambat dibanding orang lain, tetapi kita harus tetap percaya bahwa pada akhirnya kita pun mampu menggapai semua impian yang selama ini diperjuangkan.



















