4 Penyesalan Go Da Rim di Episode 9 Drakor Dynamite Kiss

Episode 9 Dynamite Kiss menjadi titik empsional bagi Go Da Rim, di mana segala keputusan impulsive dan kebohongan yang ia buat akhirnya kembali menampar dirinya. Di balik sikapnya yang ceria dan spontan, ia mulai menyadari bahwa beberapa langkah yang ia ambil justru membuat hubungan dan perasaannya sendiri semakin rumit.
Episode ini memperlihatkan sisi rapuh Da Rim bagaimana penyelesaian demi penyelesaian muncul ketika kenyataan akhirnya tak bisa lagi ia hindari. Beirkut beberapa penyesalannya, yuk simak sampai akhir!
1. Menyesal telah berbohong memiliki suami

Go Da Rim akhirnya harus menelan pahitnya konsekuensi dari kebohongan yang ia buat sendiri. Mengarang cerita bahwa ia sudah menikah supaya bisa mendapatkan pekerjaan yang layaj justru menjadi beban yang membuat hubungan dan interkasinya semakin rumit. Penyesalan itu muncul ketika ia melihat sendiri bagaimana kebohongan kecil dapat berubah menjadi masalah besar yang sulit ia hentikan.
Kebohongan itu bukan hanya membuat orang lain salah paham, tetapi juga memukul balik dirinya. Gong Ji Hyeok (Jang Ki Yong) akhirnya tahu bahwa Go Da Rim tidak memiliki suami dan hal ini membuatnya begitu marah sehingga mengancam Da Rim dipecat dari pekerjaannya.
2. Menyesal tidak jujur pada perasaanya lebih awal

Selama ini, Da Rim selalu tahu apa yang ia rasakan bahwa dirinya menyukai Gong Ji Hyeok. Tapi dia tidak berani mengakuinya, ia memilih menahan diri karena takut hubungan antara atasan dan karyawan justru hancur. Iat ahu posisinya sebagai karyawan merasa tidak pantas menyukai bosnya.
Namun, pada episode 9 menunjukkan bahwa rasa takut itu hanya membuatnya kehilangan banyak kesempatan untuk berbicara terus terang. Penyesalan muncul ketika ia melihat bahwa keterlambatan dalam mengakui perasaannya hanya membuat jarak antara dirinya dan Gong Ji Hyeok semakin melebar. Ia menyesal tidak mengakui bahwa dirinya juga mencintai Gong Ji Hyeok.
3. Tidak mengetahui perasaan Kim Seon U

Go Da Rim juga sempat merasakan penyesalan karena terlalu lambat memahami apa yang sebenarnya dirasakan Kim Seon U teman masa kecilnya. Ia selama ini sibuk dengan kebingungan dan perasannya sendiri, hingga gagal melihat tanda-tanda perhatian yang Seon U tunjukkan secara konsisten. Momen ketika ia akhirnya mengetahui kebenarannya justru menjadi pukulan emosional, karena ia menyadari bahwa Da Rim melewatkan begitu banyak sinyak yang sebenarnya jelas sejak awal.
Penyesalan itu semakin dalam ketika Kim Seon U berani mengungkapkannya. Ini membuat hubungan mereka berjalan canggung. Da Rim tidak tahu harus bersikap bagaimana dengan pria yang sudah dianggap sebagai teman dekatnya itu.
4. Menyesal belum bisa membahagiakan Ibunya dengan baik

Di tengah konflik perasannya, Go Da Rim juga digambarkan memikirkan Ibunya, sosok yang selalu mendukungnya tanpa syarat. Episode Sembilan menampilkan sisi rapuh Da Rim saat ia menyadari bahwa selama ini ia belum benar-benar memberikan kebahagiaan yang layak diterima Ibunya.
Penyesalan itu muncul semakin kuat ketika Ibunya mengatakan bahwa Da Rim yang sudah menyelamatkan kehidupan Ibunya. Padahal sesungguhnya Da Ri merasa masih jauh dari menjadi anak yang mampu membuat Ibunya bangga sepenunya. Kesadaran ini membuatnya semakin tersentuh dan bertekad untuk bisa tetap bertahan di pekerjaannya karena hanya dari pekerjaan tersebut Da Ri bisa bertahan memenuhi kebutuhan keluarga demi sang Ibu.
Episode Sembilan Dynamite Kiss menjadi cermin besar bagi Go Da Rim untuk melihat kembali langkah-langkah yang pernah ia ambil dan perasaan yang selama ini ia abaikan. Penyesalan-penyesalan yang muncul bukan hanya menunjukkan kerapuhannya, tetapi juga menjadi awal dari pertumbuhan karakter yang lebih matang. Dari kesalahan yang ia sesali, Da Rim belajar bahwa keberanian untuk jujur, memahami hati sendiri dan menghargai orang-orang di sekitarnya adalah kunci untuk melangkah ke depan.



















