Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Plot Hole dalam Cerita Drakor Perfect Crown, Banyak Kejanggalan?
Byeon Woo Seok dan IU di Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)
  • Perfect Crown menarik perhatian karena reuni IU dan Byeon Woo Seok, namun menuai kritik akibat banyak plot hole dan kejanggalan logika dalam alur ceritanya.
  • Tujuh kejanggalan utama mencakup inkonsistensi aturan kerajaan, perubahan sistem politik yang terlalu cepat, serta misteri kematian dan kecelakaan tokoh yang tak terselesaikan.
  • Penggemar menilai cacat logika ini muncul karena jumlah episode terbatas sehingga beberapa subkonflik di awal tidak dikembangkan secara mendalam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Drama Korea Perfect Crown mencuri perhatian pencinta KDrama sebab menjadi proyek reuni IU dan Byeon Woo Seok setelah 10 tahun. Chemistry yang ditampilkan keduanya saat memerankan Seong Hui Ju dan Pangeran Agung Ian pun menuai pujian.

Sayangnya, dari segi cerita, drakor Perfect Crown dikritik mengandung cukup banyak plot hole dan kejanggalan yang tak logis dalam plotnya. Di antaranya, berkaitan dengan tujuh hal berikut ini. Simak, yuk!

1. Pihak Yoon Yi Rang menolak rencana Pangeran Agung Ian menikahi Seong Hui Ju

Gong Seung Yeon di Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)

Di episode awal, Yoon Yi Rang (Gong Seung Yeon) dan ayahnya berusaha melemahkan pengaruh Pangeran Agung Ian di istana agar tidak mengancam posisi Yi Yoon (Kim Eun Ho) sebagai raja. Namun, mereka justru tidak setuju Pangeran Agung Ian menikahi Seong Hui Ju.

Mengingat Seong Hui Ju bukan bangsawan dan dianggap rendah karena terlahir dari simpanan, pernikahan gadis itu dengan Pangeran Agung Ian justru menguntungkan Yoon Yi Rang serta sang ayah. Telebih Seong Hui Ju tidak memiliki dukungan politik sehingga secara logika pernikahannya dengan Pangeran Agung Ian tidak akan mengancam secara politis.

2. Setelah menikah, Pangeran Agung Ian tetap tinggal di istana

IU dan Byeon Woo Seok di Perfect Crown (x.com/DisneyPlusKR)

Berkaitan dengan poin pertama, di awal sempat disebutkan setelah menikah Pangeran Agung Ian harus pindah keluar dari istana. Itu alasan utama Yoon Yi Rang menyuruh sang adik ipar segera menikah. Namun, setelah menikahi Seong Hui Ju, Pangeran Agung Ian malah lebih banyak menghabiskan waktu di istana. Hal ini tak sesuai dengan aturan kerajaan yang disebutkan di awal.

3. Perwalian takhta tidak diberikan kepada Ibu Suri

Byeon Woo Seok di Perfect Crown (x.com/DisneyPlusKR)

Meski mengusung konsep alternate universe, banyak aspek Joseon yang diterapkan dalam Kerajaan Korea di drakor ini. Salah satunya terkait pembedaan kelas sosial berujung diskriminasi. Namun, ada detail yang janggal.

Di era Joseon, saat putra mahkota dilantik jadi raja di usia muda, perwalian harusnya diberikan kepada ibu suri yang sebelumnya adalah ratu. Akan tetapi, di Perfect Crown, perwalian takhta justru diberikan kepada pangeran agung yang secara strata kerajaan lebih rendah kedudukannya daripada ibu suri.

4. Perubahan tatanan negara terjadi dalam waktu singkat

Byeon Woo Seok di Perfect Crown (x.com/DisneyPlusKR)

Sesuai prediksi, Pangeran Agung Ian akhirnya menghapus monarki setelah ia naik takhta menjadi raja. Masalahnya, penghapusan monarki di episode terakhir terjadi dalam waktu terlalu cepat. Meski tak dijelaskan terperinci, kurang lebih hanya 3-4 tahun waktu yang dibutuhkan Pangeran Agung Ian untuk mengubah tatanan negara dari monarki konstitusional menjadi republik dan tentu saja, ini tidak logis.

5. Tak dijelaskan soal kematian Ratu Uihyeon

Byeon Woo Seok di Perfect Crown (x.com/DisneyPlusKR)

Ratu Uihyeon (Kim So Hyun) dikisahkan meninggal setelah mobilnya ditabrak truk putih. Hal ini menimbulkan trauma pada diri Pangeran Agung Ian. Namun, subkonflik ini tidak dibahas lagi. Jika kematian Ratu Uihyeon murni kecelakaan, kenapa arahan cerita menyiratkan ada konspirasi yang berkaitan dengan takhta dan menyebabkan Pangeran Agung Ian terus bermimpi buruk?

6. Kecelakaan Seong Hui Ju tidak dibahas lagi

IU di Perfect Crown (x.com/DisneyPlusKR)

Salah satu misteri yang dibiarkan tanpa penyelesaian berarti adalah kecelakaan Seong Hui Ju setelah mobilnya disabotase. Montir yang melakukannya ditemukan tewas, tapi siapa yang membunuhnya? Lalu siapa dalangnya? Jika benar itu ulah Tuan Inpyeong (Jo Jae Yun), kenapa ia repot-repot berusaha membunuh Seong Hui Ju padahal gadis itu tak mengancam takhta hanya karena punya banyak uang. Ingat, di semesta Perfect Crown, status bangsawan dianggap lebih unggul daripada konglomerat sekalipun.

7. Kematian Raja Yi Hwan dan dekret raja yang tertinggal

Byeon Woo Seok di Perfect Crown (x.com/VARO_ent)

Raja Yi Hwan (Sung Joon) dikisahkan meninggal dalam kebakaran. Sebelum itu, ia menulis dekret soal abdikasi dan menyerahkan takhta kepada Pangeran Agung Ian. Yang janggal adalah jika kebakaran itu disebabkan Yoon Yi Rang membakar kertas dekret di nyala lilin, kenapa Raja Yi Hwan tidak kabur? Padahal api saat itu belum membesar sebab Pangeran Agung Ian dan Yi Yoon bisa keluar dari gedung.

Kejanggalan lain terletak pada kenapa Raja Yi Hwan masih memakai lilin di kediamannya pada abad ke-21 padahal ada listrik di istana dan saat itu tidak sedang mati lampu. Bangunan yang terbakar itu juga baik-baik saja saat Pangeran Agung Ian ke sana untuk flashback momen ia mendengar soal dekret abdikasi padadal terbuat dari kayu.

Belum lagi kertas dekret tersebut yang tidak dijelaskan kenapa bisa disimpan oleh Pangeran Agung Ian. Kapan, di mana, dan bagaimana dekret itu berpindah tangan tidak dibahas. Selain itu, bagaimana Min Jeong Woo (Noh Sang Hyun) bisa tahu soal dekret berisi abdikasi itu?

Banyak penggemar menilai kejanggalan dan cacat logika dalam cerita drakor Perfect Crown terjadi karena jumlah episode yang terlalu singkat dengan banyak subkonflik di episode awal yang pada akhirnya tak bisa dibahas mendalam. Bagaimana menurut pendapat kamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team