Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Adegan yang Menuai Kritik di Ending Drakor Perfect Crown

5 Adegan yang Menuai Kritik di Ending Drakor Perfect Crown
Byeon Woo Seok di Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)
Intinya Sih
  • Drama Korea Perfect Crown menuai kritik meski sukses besar, terutama karena beberapa adegan di dua episode terakhir dianggap tidak logis dan kurang realistis.
  • Lima adegan dipermasalahkan, mulai dari pemadaman kebakaran manual hingga kesalahan simbol kerajaan seperti mahkota dan ucapan pelantikan yang dinilai mendistorsi sejarah.
  • Akibat kontroversi tersebut, tim produksi serta pemeran utama Perfect Crown menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah drama resmi tamat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perfect Crown sukses jadi salah satu drakor terviral di tahun 2026 yang meraih rating dua digit. Kisah cinta Pangeran Agung Ian (Byeon Woo Seok) dan Seong Hui Ju (IU) sebagai royal couple bikin penggemar baper pol.

Ending drama Korea bergenre romcom ini pun begitu diantisipasi. Sayangnya, ada beberapa adegan di dua episode terakhir yang menuai kritik. Di antaranya, lima scene di bawah ini. Apa saja?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Petugas istana memakai ember untuk memadamkan kebakaran

cuplikan drama Perfect Crown
cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Di sepanjang 12 episode Perfect Crown, istana dalam drakor ini dikisahkan sudah tiga kali mengalami kebakaran. Termasuk adegan pembuka di episode 11 yang merupakan lanjutan dari episode 10. Dalam scene ini, Pangeran Agung Ian ditunjukkan terjebak dan pingsan.

Adegan yang harusnya menegangkan sekaligus mengharukan ini justru menuai protes karena pegawai di sana terlihat berusaha memadamkan api dengan air di ember! Di sana, tak ada APAR atau alarm kebakaran dan alat pendeteksi asap yang otomatis menyemprotkan air untuk memadamkan api. Padahal berlatar kerajaan modern, tapi malah cara menangani kebakaran masih manual seperti era Joseon.

2. Ibu Suri Yoon Yi Rang berlutut di depan Pangeran Agung Ian

cuplikan drama Perfect Crown
cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Adegan selanjutnya yang menuai kritik adalah momen Ibu Suri Yoon Yi Rang (Gong Seung Yeon) berlutut memohon ampun kepada Pangeran Agung Ian. Meski melakukan kesalahan, secara hierarki status ibu suri tetap jauh lebih tinggi daripada pangeran agung sehingga janggal dan tak nyaman melihat Yoon Yi Rang berlutut seperti itu.

3. Mahkota Pangeran Agung Ian saat dilantik menjadi raja

Byeon Woo Seok di Perfect Crown
Byeon Woo Seok di Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Kritik tajam dilontarkan terutama pada adegan pelantikan Pangeran Agung Ian menjadi raja di episode 12. Dalam adegan ini, Pangeran Agung Ian memakai Guryumyeongwan (mahkota denngan sembikan untaian manik). Padahal seharusnya ia memakai Sipyiryumyeongwan (mahkota dengan 12 untaian manik).

Dalam sejarah, Guryumyeongwan dipakai oleh raja-raja Joseon saat masih ada di bawah kekuasaan Cina. Sementara itu, Sipyiryumyeongwan menunjukkan raja Joseon adalah pemimpin kerajaan yang berdaulat. Akibat kesalahan ini, tim produksi Perfect Crown dikritik mendistorsi sejarah hingga memiliki niat terselubung terkait bahasan kerja sama mengenai dua negara yang ramai dibahas.

4. Ucapan selamat saat pelantikan raja

cuplikan drama Perfect Crown
cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Momen pelantikan Pangeran Agung Ian menjadi raja juga menuai kritik terkait dialog yang diucapkan para menteri dan bangsawan yang hadir. Alih-alih meneriakkan "Manse" (semoga kerajaan bertahan 10 ribu tahun), dialog yang dipakai justru "Cheonse" (semoga kerahaan bertahan seribu tahun).

Ungkapan "Cheonse" dipakai saat Joseon masih berada di bawah kekuasaan kaisar Cina. Namun, setelah Joseon berdaulat dan tidak berada di kekuasaan kerajaan lain, ucapan yang digunakan berubah jadi "Manse". Sama seperti poin kritik ketiga, kesalahan ini dinilai telah mendistorsi sejarah.

5. Kerancuan antara hukuman di zaman modern dan era Joseon

Gong Seung Yeon di Perfect Crown
Gong Seung Yeon di Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)

Secara keseluruhan, world building terkait alternate universe yang dipakai dalam drakor Perfect Crown dinilai kurang mendetail, mengambang, dan tidak jelas. Hal ini juga tampak di episode terakhir di mana hukuman untuk Tuan Inpyeong (Jo Jae Yun) adalah penjara sesuai hukum modern. Namun, ancaman terhadap Yoon Yi Rang dan caranya mohon ampun kepada Pangeran Agung Ian yang segera naik takhta, justru mirip masa Joseon.

Yoon Yi Rang takut dirinya dan putranya tercatat sebagai penjahat karena sang ayah mendalangi rencana pembunuhan terhadap Pangeran Agung Ian. Menurut hukum di abad ke-21, tentu tak ada sangkut pautnya kejahatan ayah Yoon Yi Rang dan keluarganya ataupun Yoon Yi Rang menyembunyikan dekret kerajaan lalu mencatat putranya sebagai penjahat juga.

Beberapa adegan di ending Perfect Crown menuai kritikan. Sebagian bahkan dikritik mendistorsi sejarah. Karena hal ini, baik pihak produksi maupun kedua pemeran utama menulis permintaaf maaf setelah drakor ini tamat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Korea

See More