5 Polemik Hubungan Trio Perempuan Paruh Baya di Don’t Call Me Ma’am

- Saling menyimpan luka batin yang tak pernah mereka ungkapkan
- Sikap kompetitif yang tidak disadari dan muncul secara halus
- Konflik gara-gara ketidakterbukaan dan informasi yang setengah-setengah
Di balik kisah karier, rumah tangga, dan pergulatan batin masing-masing, drakor Don’t Call Me Ma’am juga menyoroti dinamika pertemanan tiga wanita paruh baya yang tidak kalah menarik perhatian. Mereka adalah Lee Il Ri (Jin Seo Yeon), Jo Na Jeong (Kim Hee Seon), dan Gu Ju Young (Han Hye Jin), tiga sosok dengan karakter, latar, dan tingkat kerentanan yang berbeda, namun tetap terhubung karena kesamaan nasib dan fase hidup. Sayangnya, hubungan ini tidak selalu berjalan manis, sebab berbagai masalah besar kerap menguji kekompakan dan ketulusan mereka.
Pertemanan ketiganya menjadi gambaran realistis bahwa hubungan antarperempuan dewasa tidak sekadar saling curhat atau hangout, tetapi juga penuh konflik yang muncul dari ego, luka masa lalu, maupun kenyataan pahit yang tak bisa mereka hindari. Berikut lima polemik hubungan trio perempuan paruh baya di Don't Call Me Ma'am dan membuat dinamika mereka semakin dramatis.
1. Saling menyimpan luka batin yang tak pernah mereka ungkapkan

Salah satu sumber polemik dalam trio ini adalah fakta bahwa masing-masing membawa luka batin yang tidak pernah diucapkan secara jujur. Lee Il Ri berjuang menghadapi menopause dini dan trauma hubungan masa lalu. Jo Na Jeong berusaha tampil tegar meski kariernya berkali-kali dibendung mentornya. Sementara Gu Ju Young menyimpan ketakutan soal kondisi psikologis suaminya.
Ketika semua beban ini disembunyikan, komunikasi mereka sering tersendat dan memunculkan miskomunikasi. Mereka ingin saling mendukung, tetapi masing-masing sibuk mempertahankan benteng emosionalnya sendiri.
2. Sikap kompetitif yang tidak disadari dan muncul secara halus

Meski dekat, hubungan mereka tidak sepenuhnya bebas dari rasa kompetitif. Ada kalanya Lee Il Ri merasa paling berat bebannya, sementara Jo Na Jeong merasa perjuangannya tidak dihargai. Di sisi lain, Gu Ju Young ingin terlihat paling dewasa dan stabil, meskipun kenyataannya ia menyimpan kepanikan besar tentang keluarganya.
Sifat kompetitif ini jarang meledak secara terang-terangan, tetapi muncul dalam komentar kecil, sindiran halus, atau ekspresi yang sulit dikendalikan. Inilah yang membuat hubungan mereka mudah retak walau tampak kuat di permukaan.
3. Konflik gara-gara ketidakterbukaan dan informasi yang setengah-setengah

Salah satu pemicu polemik terbesar muncul ketika salah satu dari mereka hanya menceritakan setengah dari masalahnya, sehingga dua lainnya salah menangkap situasi. Lee Il Ri sering menutupi kondisi fisiknya, membuat Jo Na Jeong dan Gu Ju Young salah menilai ledakan emosinya.
Jo Na Jeong menahan rasa kecewa terhadap suaminya dan memilih bungkam, membuat Il Ri mengira sahabatnya sedang bersikap dingin. Gu Ju Young pun sempat menyembunyikan kondisi suaminya, sehingga dua lainnya berprasangka buruk terhadap rumah tangganya. Ketidakterbukaan ini membuat kesalahpahaman bertumpuk hingga akhirnya melahirkan konflik yang tidak perlu.
4. Tekanan usia dan peran sosial yang membuat mereka mudah tersinggung

Sebagai wanita paruh baya, mereka sama-sama menghadapi tekanan usia yang menuntut kedewasaan, stabilitas, hingga kesempurnaan. Lee Il Ri dituntut untuk “berhasil” secara finansial dan fisik, Jo Na Jeong dipaksa terlihat tangguh di karier barunya, sementara Gu Ju Young didorong untuk menjadi istri yang ideal.
Ketika tekanan ini bertemu percakapan kecil dalam lingkaran pertemanan, mereka bisa mudah tersinggung, salah paham, atau merasa dibandingkan. Trio ini kerap terjebak dalam situasi di mana mereka ingin saling menenangkan, tetapi justru menambah beban perasaan satu sama lain.
5. Rasa iri yang tak terucap dan muncul dari ketimpangan hidup mereka

Polemik yang cukup kompleks muncul dari rasa iri yang sebenarnya manusiawi, tetapi tidak pernah mereka ungkapkan. Lee Il Ri iri melihat Gu Ju Young memiliki keluarga stabil, Gu Ju Young iri melihat kemandirian Lee Il Ri, sedangkan Jo Na Jeong iri melihat Lee Il Ri yang tampak lebih mapan secara finansial dan karier.
Rasa iri ini tidak pernah diutarakan karena masing-masing takut terlihat kecil hati. Tetapi justru karena dipendam, rasa itu sering muncul sebagai sikap defensif atau komentar pedas yang merusak kehangatan hubungan mereka.
Polemik hubungan trio perempuan paruh baya di Don't Call Me Ma'am menunjukkan betapa rumitnya dinamika persahabatan ketika usia, tuntutan hidup, dan luka batin ikut campur dalam prosesnya. Namun, di balik polemik yang ada di drakor ini, mereka tetap menjadi satu sama lain ketika dunia luar terasa terlalu berat untuk dihadapi sendirian.


















