Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Privilese Eun Ho di No Tail To Tell, Hidup Abadi!

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)
Intinya sih...
  • Eun Ho hidup tanpa batas waktu, bebas dari ketakutan akan usia dan kematian.
  • Memiliki kendali atas takdir manusia melalui permintaan, doa, dan kesepakatan.
  • Memperoleh kekayaan tanpa harus bekerja seperti manusia pada umumnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam drama Korea No Tail To Tell, Eun Ho (Kim Hye Yoon) tampil sebagai sosok gumiho yang hidup jauh melampaui batas usia manusia, menyaksikan perubahan zaman tanpa harus terikat sepenuhnya pada hukum dunia. Keberadaannya di antara manusia bukan sekadar menyamar, melainkan menikmati berbagai privilese yang lahir dari statusnya sebagai makhluk abadi dengan kekuatan supranatural.

Privilese ini bukan hanya soal kemampuan magis, tetapi juga kebebasan untuk memilih, mengatur, dan memandang hidup dari sudut yang tidak pernah bisa dimiliki manusia biasa. Dari kekuasaan atas waktu hingga posisi tawar yang selalu menguntungkan, berikut lima privilese Eun Ho di No Tail To Tell. Membuatnya berada di atas manusia!

1. Kebebasan hidup tanpa batas waktu

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Privilese terbesar Eun Ho adalah keabadian yang membuatnya terbebas dari ketakutan akan usia dan kematian. Saat manusia sibuk menghitung sisa waktu hidupnya, Eun Ho justru memandang waktu sebagai sesuatu yang bisa dihabiskan atau dilewati tanpa urgensi. Ia tidak dikejar tenggat, tidak takut kehilangan masa depan, dan tidak perlu merencanakan hidup dengan kecemasan.

Keabadian ini memberinya sudut pandang yang dingin sekaligus sinis terhadap manusia. Apa yang dianggap manusia sebagai momen berharga sering kali hanya terasa seperti episode singkat bagi Eun Ho. Kebebasan dari waktu inilah yang menjadi fondasi dari seluruh privilese lainnya.

2. Kendali atas takdir manusia

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Sebagai gumiho, Eun Ho memiliki kemampuan memengaruhi arah hidup manusia melalui permintaan, doa, dan kesepakatan yang ia buat. Ia bisa mengabulkan keinginan atau membiarkannya hancur, tergantung pada suasana hati dan kepentingannya sendiri. Takdir, yang bagi manusia terasa sakral, di tangan Eun Ho berubah menjadi alat permainan.

Privilese ini menempatkan Eun Ho dalam posisi yang sangat timpang. Ia tidak hanya mengamati kehidupan manusia, tetapi ikut menentukan arah jatuh bangunnya. Dalam No Tail To Tell, kendali atas takdir inilah yang membuat Eun Ho tampak begitu dominan sekaligus berbahaya.

3. Kebebasan ekonomi tanpa kerja keras

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Uang bukanlah masalah bagi Eun Ho. Dengan kekuatan hipnosis dan kecerdasannya membaca ambisi manusia, ia bisa memperoleh kekayaan tanpa harus bekerja seperti manusia pada umumnya. Saat manusia menghabiskan waktu bertahun-tahun demi stabilitas finansial, Eun Ho mendapatkannya melalui satu keputusan singkat.

Privilese ekonomi ini membuat Eun Ho memandang kerja keras manusia sebagai sesuatu yang melelahkan dan tidak efisien. Ia menikmati kemewahan tanpa harus menukar waktu dan tenaga, memperkuat jarak emosionalnya dengan dunia manusia yang penuh perjuangan.

4. Posisi tawar absolut dalam setiap hubungan

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Dalam setiap interaksi dengan manusia, Eun Ho selalu berada di posisi unggul. Ia yang menentukan aturan, batas informasi, serta harga dari setiap kesepakatan yang dibuat. Manusia tidak pernah benar-benar setara dengannya, karena selalu ada rahasia dan kekuatan yang disembunyikan Eun Ho.

Privilese ini membuat Eun Ho jarang merasa terikat secara emosional. Hubungan baginya lebih mirip transaksi daripada ikatan. Dalam No Tail To Tell, posisi tawar absolut ini menjadi alasan mengapa Eun Ho sering terlihat dingin dan manipulatif.

5. Kebebasan moral di wilayah abu-abu

still cut drama Korea No Tail To Tell
still cut drama Korea No Tail To Tell (dok. SBS/No Tail To Tell)

Tidak seperti manusia yang terikat norma dan hukum, Eun Ho hidup di wilayah abu-abu antara kebaikan dan kejahatan. Ia tidak mengejar kebajikan kecil, tetapi juga menghindari kejahatan besar, menciptakan standar moral versinya sendiri. Privilese ini memungkinkannya bertindak tanpa rasa bersalah seperti manusia.

Kebebasan moral ini menjadikan Eun Ho sulit dihakimi dengan standar manusia. Apa yang tampak kejam bagi manusia, bisa jadi hanya keputusan rasional baginya. Dalam No Tail To Tell, privilese ini menjadi sumber konflik utama antara Eun Ho, manusia, dan para dewa.

Pada akhirnya, privilese Eun Ho di No Tail To Tell bukan hanya membuatnya unggul, tetapi juga mengasingkannya dari dunia manusia. Semua kemudahan itu menciptakan jarak emosional yang semakin sulit dijembatani seiring waktu. Melalui karakter Eun Ho, No Tail To Tell menunjukkan bahwa privilese tanpa batas sering kali datang bersama kesepian dan konsekuensi yang tak terhindarkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Korea

See More

4 Drama Romcom Nam Ji Hyun Rating Tinggi, Terbaru To My Beloved Thief

23 Jan 2026, 20:07 WIBKorea