4 Realitas Pahit Sistem Hukum yang Tergambar dalam Drakor Honour

Dalam drakor Honour, trio L&J yang terdiri atas Yoon Ra Young (Lee Na Young), Kang Shin Jae (Jung Eun Chae), dan Hwang Hyun Jin (Lee Chung Ah) mendirikan firma hukum untuk membela para perempuan yang menjadi korban kejahatan. Dengan tujuan yang spesifik itu, mereka sering menghadapi lawan yang gak segan memanipulasi hukum.
Perjuangan trio L&J tidak mudah. Mereka harus berhadapan dengan realitas pahit sistem hukum. Terkadang, hukum bukannya berpihak kepada korban, tetapi malah membuat korban seolah-olah adalah pihak yang bersalah dan lebih berdosa daripada pelaku. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah empat realitas pahit sistem hukum di drakor Honour.
1. Membawa kasus ke sidang bukan berarti keadilan bagi korban

Jo Yoo Jeong (Park Se Hyun) adalah korban pelecehan seksual dan kekerasan yang masih di bawah umur. Ia merasa hidupnya hancur karena di usianya yang masih muda, ia mengalami hal yang gak pernah ia inginkan. Hwang Hyun Jin meyakinkannya agar tidak perlu khawatir saat berada di pengadilan. Jo Yoo Jeong hanya perlu menjawab pertanyaan seperti yang telah mereka latih sebelumnya.
Namun, tak semua yang diprediksi benar-benar terjadi. Ketika disidang, Jo Yoo Jeong dilempari sejumlah pertanyaan yang gak ia sangka bisa muncul di pengadilan. Pertanyaan-pertanyaan itu memojokkannya dan ia gak tahu harus menjawab bagaimana. Bisa dibilang, membawa kasus ke sidang bukan berarti keadilan bagi korban. Korban tidak merasa lebih baik, malah merasa makin buruk karena dipojokkan dan pelaku berada di tempat yang sama.
2. Celah prosedural yang melindungi pelaku yang punya banyak uang

Drama ini menampilkan dengan jelas bagaimana hukum sering kali ‘buta’ terhadap konteks emosional dan hanya peduli pada bukti formal. Misalnya pada kasus Jo Yoo Jeong. Saat itu Jo Yoo Jeong menuntut Kang Eun Seok (Lee Chan Hyeong) sebagai pelaku kekerasan dan pelecehan seksual. Kang Eun Seok adalah seorang aktor yang punya citra baik di depan publik.
Dengan privilege yang ia miliki, Kang Eun Seok memiliki celah untuk mendapatkan perlindungan. Ia tanpa takut menjalani persidangan dan tampak santai dengan tuntutan yang dilayangkan kepadanya. Dari dirinya, dapat dilihat bahwa pelaku yang mempunyai banyak uang bisa memeroleh celah agar dilindungi hukum, tak peduli kejahatan yang telah dilakukannya terbilang serius.
3. Adanya campur tangan atasan

Di samping kesibukannya bekerja di L&J, Kang Shin Jae juga diharapkan oleh ibunya untuk menjadi pemimpin firma hukum Haeil. Di perusahaan itu, ia paling dekat dengan Kwon Jung Hyun (Lee Hae Young). Ia bahkan meminta agar orang yang ia panggil paman itu untuk menggantikannya sebagai pemimpin Haeil sebab ia gak berminat menjadi pewaris perusahaan tersebut.
Namun, tanpa disangka, Kwon Jung Hyun ternyata adalah salah satu pengguna Connect, aplikasi prostitusi yang sedang ia selidiki. Dalam sekejap, mereka jadi lawan. Kwon Jung Hyun memanfaatkan kuasanya untuk mengambil alih L&J. Dengan begitu, Kang Shin Jae dan para pekerja di bawahnya tidak bisa berbuat seenaknya untuk mengungkap kasus sebab sudah ia kendalikan terlebih dahulu.
4. Dilema harus bermain kotor demi keadilan

Untuk menemukan bukti ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Yoon Ra Young harus sedikit mengancam JJong Yeon Hui (Baek Eun Hye) agar bisa mengetahui kelemahan Park Je Yeol. Di sisi lain, Hwang Hyun Jin sampai kelewatan tidur bersama mantan pacarnya, Lee Jun Huk (Lee Choong Joo) untuk mendapatkan informasi tentang korban.
Beberapa hal di atas menggambarkan realitas pahit sistem hukum. Drama Honour menampilkan kritik yang tajam hingga membuat penonton merasa relate dengan hukum yang terkadang tidak berpihak pada korban.


















