Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea The Art of Sarah
still cut drama Korea The Art of Sarah (instagram.com/netflixkr)

Intinya sih...

  • Tas mewah Boudoir sebagai simbol legitimasi palsu, bukan hanya aksesori fesyen tetapi juga penanda status dan alat membangun kepercayaan.

  • Nama 'Sarah Kim' sebagai konstruksi identitas yang bisa ditulis ulang kapan saja, bukan lagi cerminan diri melainkan strategi komunikasi.

  • Selokan sebagai ruang runtuhnya citra glamor Sarah Kim, menjadi metafora runtuhnya ilusi dan sisi gelap yang tak bisa disembunyikan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di balik kemewahan dan misteri yang menyelimuti kisahnya, The Art of Sarah menyimpan lapisan makna yang tidak selalu diucapkan secara langsung. Drama ini tidak hanya menyajikan thriller identitas dan penipuan kelas atas, tetapi juga bermain dengan simbol-simbol yang memperkaya narasi secara halus.

Setiap detail visual, dialog singkat, hingga pilihan properti terasa seperti tanda yang sengaja ditanam untuk membangun tafsir lebih dalam. Dari identitas palsu hingga tas mewah yang mencolok, berikut lima semiotik tersirat dalam The Art of Sarah beserta penjelasannya.

1. Tas mewah sebagai simbol legitimasi palsu

still cut drama Korea The Art of Sarah (instagram.com/netflixkr)

Tas mewah Boudoir yang selalu melekat pada Sarah bukan sekadar aksesori fesyen. Ia menjadi penanda status, kredibilitas, sekaligus alat untuk membangun kepercayaan dalam satu tatapan pertama. Ketika tas serupa ditemukan bersama mayat di selokan, simbol itu langsung mengarahkan publik pada satu simpulan.

Namun justru di situlah makna semiotiknya bekerja dengan cerdik. Tas tersebut bukan bukti kebenaran, melainkan penegas betapa mudahnya orang mempercayai simbol kemewahan. Barang bermerek tinggi berubah menjadi topeng sosial yang menutupi kebohongan besar.

2. Nama 'Sarah Kim' sebagai konstruksi identitas

still cut drama Korea The Art of Sarah (instagram.com/netflixkr)

Nama Sarah Kim (Shin Hye Sun) terdengar global, elegan, dan mudah diterima di lingkungan internasional. Ia berfungsi seperti label yang rapi dan profesional, seolah mewakili perempuan dengan latar belakang mapan. Pilihan nama ini sendiri sudah menjadi tanda tentang ambisi dan citra yang ingin dibangun.

Ketika terungkap bahwa nama tersebut hanyalah salah satu persona, maknanya semakin kuat. Identitas dalam drama ini diperlakukan sebagai teks yang bisa ditulis ulang kapan saja. Nama bukan lagi cerminan diri, melainkan strategi komunikasi.

3. Selokan sebagai ruang runtuhnya citra

still cut drama Korea The Art of Sarah (instagram.com/netflixkr)

Penemuan mayat di selokan menghadirkan kontras visual yang tajam dengan dunia glamor Sarah Kim. Selokan adalah ruang kotor, tersembunyi, dan jauh dari sorotan lampu pesta elite. Penempatan jasad di lokasi tersebut menjadi simbol jatuhnya citra yang selama ini dijaga sempurna.

Secara semiotik, selokan melambangkan sisi gelap yang tak bisa sepenuhnya disembunyikan. Kemewahan yang berdiri di atas kebohongan pada akhirnya bersentuhan dengan realitas paling rendah. Tempat itu menjadi metafora runtuhnya ilusi.

4. Dokumen palsu sebagai tanda realitas yang direkayasa

still cut drama Korea The Art of Sarah (instagram.com/netflixkr)

Sepanjang cerita, berbagai dokumen seperti kartu identitas, kontrak bisnis, dan catatan keuangan muncul sebagai bukti yang tampak sah. Kertas-kertas itu memberi kesan legalitas dan keabsahan identitas Sarah Kim di mata publik. Semua terlihat rapi, terstruktur, dan meyakinkan.

Namun, ketika penyelidikan mengungkap bahwa sebagian dokumen tersebut direkayasa, maknanya berubah drastis. Dokumen yang seharusnya menjadi simbol kebenaran justru menjadi alat manipulasi paling efektif. Semiologi ini menunjukkan bahwa realitas administratif pun bisa dipalsukan dengan presisi.

5. Boudoir sebagai metafora dunia panggung

still cut drama Korea The Art of Sarah (instagram.com/netflixkr)

Boudoir dalam drama bukan hanya merek mewah, tetapi ruang simbolik tempat citra diproduksi dan dijual. Ia merepresentasikan dunia yang mengutamakan tampilan dibanding substansi. Segala sesuatu di dalamnya tampak indah, terkurasi, dan eksklusif.

Sebagai metafora, Boudoir mencerminkan kehidupan Sarah Kim sendiri. Ia membangun diri layaknya produk yang harus dipoles dan dipasarkan dengan hati-hati. Dunia panggung itu menjadi arena tempat kebenaran dan kebohongan yang sulit dibedakan.

Pada akhirnya, The Art of Sarah tidak hanya menawarkan misteri pembunuhan dan permainan identitas, tetapi juga rangkaian tanda yang mengajak penonton membaca setiap detail dengan lebih jeli. Lewat lima semiotik tersirat tersebut, The Art of Sarah menegaskan bahwa simbol dapat berbicara lebih keras daripada dialog, dan justru di sanalah inti misterinya bersembunyi rapat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team