Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Sikap Shin Soon Rok yang Sering Bikin Yumi Emosi di Yumi’s Cells 3

5 Sikap Shin Soon Rok yang Sering Bikin Yumi Emosi di Yumi’s Cells 3
still cut drama Korea Yumi's Cells 3 (x.com/CJnDrama)
Intinya Sih
  • Shin Soon Rok hadir di Yumi’s Cells 3 sebagai sosok tenang dan rasional yang justru membuat interaksinya dengan Yumi penuh kecanggungan serta memicu emosi sejak awal pertemuan.

  • Sikap cuek, kurang peka, dan kebiasaannya menutup diri dari percakapan, membuat Yumi merasa diabaikan hingga lelah menjaga suasana agar tetap nyaman.

  • Rasionalitas berlebihan dan ucapan tanpa filter Shin Soon Rok sering melukai perasaan Yumi, tapi kehadirannya juga membangkitkan kembali sisi emosional dalam diri Yumi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kehadiran Shin Soon Rok (Kim Jae Won) di Yumi’s Cells 3 memang membawa perubahan besar dalam kehidupan Kim Yumi (Kim Go Eun). Namun, alih-alih langsung menghadirkan romansa manis, interaksi keduanya justru dipenuhi momen canggung hingga menjengkelkan. Karakter Shin Soon Rok yang super tenang, rasional, dan sulit ditebak sering kali membuat Yumi kewalahan.

Berbeda dari sosok yang ekspresif, Shin Soon Rok cenderung pasif dalam percakapan dan kerap merespons dengan singkat. Hal ini membuat Yumi harus berusaha ekstra keras untuk mencairkan suasana, yang justru berujung pada kelelahan emosional. Bukannya nyaman, Yumi malah semakin sering dibuat kesal.

Tak heran jika sejak awal pertemuan, Shin Soon Rok sudah meninggalkan kesan yang kurang menyenangkan bagi Yumi. Berikut lima sikap Shin Soon Rok yang bikin Yumi emosi di Yumi’s Cells 3.

1. Terlalu tenang dan pendiam sampai bikin canggung

still cut drama Korea Yumi's Cells 3
still cut drama Korea Yumi's Cells 3 (x.com/CJnDrama)

Sejak pertemuan pertama, Yumi langsung dihadapkan pada sikap Shin Soon Rok yang sangat tenang dan minim ekspresi. Ia bukan tipe orang yang aktif membuka percakapan, bahkan cenderung hanya menjawab seperlunya. Hal ini membuat suasana di antara mereka terasa kaku dan sulit berkembang.

Yumi yang berusaha mencairkan suasana justru harus bekerja sendiri dalam percakapan. Ia mencoba berbagai cara untuk memulai obrolan, tetapi respons Shin Soon Rok yang datar membuat usahanya terasa sia-sia. Lama-kelamaan, Yumi merasa lelah karena harus terus menghidupkan percakapan tanpa timbal balik yang seimbang.

Sikap ini akhirnya membentuk kesan pertama yang buruk. Bagi Yumi, interaksi yang seharusnya bisa menjadi awal kerja sama yang nyaman justru berubah menjadi pengalaman yang melelahkan. Dari sini, benih kekesalan Yumi terhadap Shin Soon Rok mulai tumbuh.

2. Bersikap cuek dan terkesan tidak sopan

still cut drama Korea Yumi's Cells 3
still cut drama Korea Yumi's Cells 3 (x.com/CJnDrama)

Setelah pertemuan pertama yang canggung, Yumi berusaha menghindari situasi serupa dengan memberi jarak saat pulang. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali di halte, memaksa Yumi untuk berada dalam situasi yang sama—sunyi dan canggung.

Di tengah kondisi tersebut, Yumi sebenarnya berusaha menjaga sopan santun dengan tetap terbuka pada kemungkinan percakapan. Namun, Shin Soon Rok justru dengan santainya memakai airpods dan seolah menutup diri dari interaksi. Tindakannya ini membuat Yumi merasa diabaikan.

Bagi Yumi, sikap tersebut terasa tidak menghargai keberadaan orang lain, apalagi mereka sudah saling mengenal. Hal sederhana ini justru memperkuat kesan bahwa Shin Soon Rok adalah sosok yang dingin dan kurang peka terhadap situasi sosial di sekitarnya.

3. Tidak peka, bahkan saat tahu Yumi menginginkan sesuatu

still cut drama Korea Yumi's Cells 3
still cut drama Korea Yumi's Cells 3 (x.com/CJnDrama)

Momen di toko bungeoppang menjadi salah satu titik puncak kekesalan Yumi. Ia yang sudah memiliki rutinitas membeli bungeoppang rasa krim custard stroberi harus kembali bertemu dengan Shin Soon Rok di tempat yang sama.

Ketika Shin Soon Rok membeli semua sisa bungeoppang, Yumi sebenarnya sudah memberikan “kode” bahwa ia juga menginginkan makanan tersebut. Ia bahkan menjelaskan bahwa rasa tersebut adalah favoritnya. Namun, Shin Soon Rok tetap bersikap biasa saja tanpa menunjukkan empati atau inisiatif untuk berbagi.

4. Terlalu rasional, bahkan untuk hal yang personal

still cut drama Korea Yumi's Cells 3
still cut drama Korea Yumi's Cells 3 (x.com/CJnDrama)

Shin Soon Rok dikenal sebagai sosok yang rasional, tetapi sifat ini justru menjadi masalah ketika dibawa ke ranah personal. Saat membahas naskah Yumi, ia mengkritik penggunaan anjing maltese karena dianggap tidak cukup pintar untuk cerita tersebut.

Bagi Yumi, hal ini terasa sangat menyebalkan karena ia memiliki anjing maltese bernama Coco yang sangat ia sayangi. Kritik tersebut bukan hanya soal profesionalitas, tetapi juga menyentuh sisi personal Yumi. Ia merasa Shin Soon Rok terlalu kaku dalam menilai sesuatu.

Perdebatan pun tak terhindarkan, bahkan sampai Yumi harus berbohong demi mempertahankan pendapatnya. Momen ini menunjukkan bagaimana rasionalitas yang berlebihan justru bisa melukai perasaan orang lain, terutama ketika tidak disampaikan dengan empati.

5. Ucapannya terkesan meremehkan tanpa disadari

still cut drama Korea Yumi's Cells 3
still cut drama Korea Yumi's Cells 3 (x.com/CJnDrama)

Awalnya, Yumi sempat berpikir hubungan mereka mulai membaik setelah Shin Soon Rok memberikan dessert sebagai bentuk permintaan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi kemarin malam. Namun, harapan itu kembali runtuh dalam sebuah kejadian di mobil.

Saat Yumi mengalami kesulitan memundurkan mobil, Shin Soon Rok memang membantu. Namun setelah itu, pertanyaannya justru terdengar meremehkan, seolah mempertanyakan kemampuan Yumi dalam menyetir. Padahal, Yumi sudah berusaha dan berada dalam situasi yang cukup menegangkan.

Alih-alih merasa terbantu, Yumi justru semakin kesal. Sikap Shin Soon Rok yang terkesan jujur tanpa filter membuatnya terlihat tidak peka terhadap perasaan orang lain.

Berbagai sikap Shin Soon Rok memang kerap membuat Yumi kesal, mulai dari terlalu pendiam hingga terkesan tidak peka terhadap situasi di Yumi’s Cells 3. Namun di balik semua itu, justru terlihat bagaimana kehadirannya perlahan menghidupkan kembali emosi Yumi yang sempat datar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us