Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sutradara Buka Suara soal Ending The Scarecrow yang Kurang Memuaskan
still cut drama The Scarecrow (dok.Ena /The Scarecrow)
  • Sutradara Park Joon Woo menjelaskan ending The Scarecrow dibuat tidak melegakan karena ingin tetap setia pada kisah nyata pembunuhan Hwaseong yang tragis dan belum tuntas secara emosional.
  • Permintaan stasiun televisi untuk menambah plot twist ditolak oleh sutradara dan penulis, karena dianggap tidak masuk akal serta mengurangi makna realistis dari cerita utama.
  • Penulis Lee Ji Hyun berharap episode terakhir bisa membantu penonton melepaskan rasa frustasi sekaligus menjadi bentuk penghormatan bagi korban kasus pembunuhan berantai Hwaseong.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama tayang, drama Korea The Scarecrow (2026) menerima cukup banyak respons positif dari penonton Korea Selatan dan internasional. Namun, tak sedikit yang kecewa, karena episode 12 terasa kurang memuaskan.

Terkait hal itu, Sutradara Park Joon Woo dan Penulis Lee Ji Hyun menyampaikan pendapat mereka. The Scarecrow (2026) dianggap cukup akurat dengan kejadian asli pembunuhan berantai Hwaseong, maka dari itu, ending yang disajikan pun dibuat semirip mungkin. Simak selengkapnya!

1. Sutradara gak bisa bikin akhir melegakan dan memuaskan, karena di real life tidak begitu

still cut drama The Scarecrow (dok.Ena /The Scarecrow)

Ternyata Sutradara Park Joon Woo memutuskan untuk memproduksi The Scarecrow (2026) setelah bertemu Yoon Seong Yeo dan mendiang Kim Yong Bok, ayah korban anak hilang. Mereka adalah sosok di balik kasus Im Seok Man dan Yoon Hye Jin. Maka dari itu, Sutradara Park tidak bisa menyajikan ending yang memuaskan, karena kejadian nyatanya pun begitu.

"Bagaimana saya bisa memberikan rasa katarsis, ketika ada korban nyata dan mereka yang bertanggung jawab tetap tidak dihukum?" tanya Park Joon Woo yang lebih seperti sebuah pernyataan.

2. Stasiun televisi juga minta plot twist, tapi sutradara dan penulis ngerasa itu gak benar

still cut drama The Scarecrow (instagram.com/ena_drama)

Stasiun televisi dan rumah produksi juga meminta alur cerita plot twist untuk drakor ini. Sutradara Park sempat berpikir ingin membuat karakter Cha Si Young meninggal, tapi menurutnya lebih tidak masuk akal.

"Rumah produksi dan stasiun televisi mengatakan mereka membutuhkan alur cerita yang menyegarkan, jadi saya bertanya, 'Haruskah saya menyambar Cha Si Young dengan petir dan membunuhnya?' atau 'Haruskah saya membunuhnya dalam kecelakaan lalu lintas?'," sambung Sutradara Park.

Ia pun menambahkan, "Tapi saya tidak bisa begitu saja melakukan itu, kan?"

3. Mereka berharap setelah menonton episode 12, rasa frustasi penonton akan plot yang menguras energi di drama ini berkurang

still cut drama The Scarecrow (dok.Ena /The Scarecrow)

Di sisi lain, Yoon Sung Yeo sempat bertanya, kenapa tim produksi hanya membuat drakor The Scarecrow (2026) menjadi 12 episode saja? Menurut Sutradara Park tidak memungkinkan untuk memperpanjang episode, karena bentroknya jadwal para aktor utama.

Sementara itu, Penulis Lee Ji Hyun menyajikan The Scarecrow (2026) untuk sumber penghiburan bagi orang-orang yang terdampak kasus pembunuhan berantai Hwaseong. Ia juga berharap episode 12 akan membuat penonton melepaskan rasa frustasi selama menyaksikan kisah Kang Tae Joo menangkap pembunuh berantai Kangseong.

"Saya tidak berharap drama The Scarecrow akan diingat untuk waktu yang lama. Namun, saya berharap setelah menonton episode terakhir, kalian akan melupakan momen-momen yang membuat frustasi dan menghargai emosi yang tersisa," jelasnya.

Sebenarnya tidak sedikit penonton yang justru menganggap akhir kisah di drakor The Scarecrow (2026) realistis. Kalau menurutmu, apakah ending The Scarecrow (2026) sudah cukup realistis dan memuaskan?

Editorial Team

Related Article