5 Alasan Takhta Yi Gyu Harus Lengser di To My Beloved Thief

- Telah banyak mengorbankan rakyat tidak bersalah
- Istana dipenuhi orang-orang penjilat
- Raja tidak bijaksana dalam memimpin
Dalam drakor To My Beloved Thief, Raja Yi Gyu (Ha Seok Jin) digambarkan bukan sekadar sebagai antagonis, melainkan simbol kekuasaan yang menyimpang dari nilai keadilan. Di balik gemerlap istana dan gelar raja, tersimpan kepemimpinan yang dibangun di atas ketakutan, manipulasi, dan pengorbanan yang tak seharusnya terjadi. Kekuasaan yang ia pegang perlahan kehilangan legitimasi moral di mata rakyat maupun orang-orang terdekatnya.
Seiring cerita berjalan, semakin jelas bahwa runtuhnya takhta Yi Gyu bukan soal ambisi politik semata, melainkan konsekuensi dari kepemimpinan yang keliru. Ada lima alasan kuat mengapa takhta Yi Gyu harus lengser di To My Beloved Thief.
1. Telah banyak mengorbankan rakyat tidak bersalah

Salah satu dosa terbesar Yi Gyu sebagai raja adalah pengorbanan rakyat yang tidak bersalah demi mempertahankan kekuasaannya. Ia tidak ragu menutup mata terhadap penderitaan rakyat, bahkan menjadikannya harga yang harus dibayar agar posisinya tetap aman. Tragedi demi tragedi terjadi tanpa pernah benar-benar ia sesali.
Rakyat dalam To My Beloved Thief bukan hanya korban kebijakan, tetapi juga korban ketakutan yang diciptakan istana. Ketika seorang raja menganggap nyawa rakyat sebagai alat politik, saat itulah legitimasi kekuasaannya mulai runtuh dari akarnya.
2. Istana dipenuhi orang-orang penjilat

Alih-alih dikelilingi penasihat jujur, Yi Gyu justru memenuhi istana dengan orang-orang penjilat yang hanya pandai menyenangkan telinga. Mereka hadir bukan untuk menegur atau mengingatkan, melainkan memperkuat ilusi bahwa sang raja selalu benar. Kritik dianggap ancaman, bukan masukan.
Lingkungan istana yang toksik ini membuat keputusan kerajaan kehilangan objektivitas. Dalam To My Beloved Thief, keberadaan para penjilat mempercepat kebutaan Yi Gyu terhadap realitas, sekaligus menjauhkan istana dari suara rakyat yang seharusnya didengar.
3. Raja tidak bijaksana dalam memimpin

Yi Gyu berkuasa dengan emosi, bukan kebijaksanaan. Keputusan-keputusannya sering lahir dari paranoia, amarah, dan ketakutan akan kehilangan kendali. Alih-alih menenangkan keadaan, ia justru memperkeruh situasi dengan kebijakan yang impulsif dan represif.
Ketidakbijaksanaan ini terlihat jelas dalam caranya menanggapi ancaman, baik nyata maupun imajiner. To My Beloved Thief menampilkan sosok raja yang gagal membedakan keadilan dan balas dendam, membuat kepemimpinannya semakin kehilangan arah.
4. Membangun tirani bersama orang-orang yang menjilatnya

Yi Gyu tidak membangun kekuasaan sendirian, melainkan bersama lingkaran orang-orang yang diuntungkan oleh tirani. Mereka saling melindungi, menutup kejahatan satu sama lain, dan menciptakan sistem yang menindas siapa pun yang berbeda pendapat. Kekuasaan menjadi alat untuk memperkaya dan mengamankan kelompok tertentu.
Tirani ini membuat hukum kehilangan makna. Dalam To My Beloved Thief, keadilan tidak lagi berpihak pada kebenaran, melainkan pada siapa yang paling dekat dengan pusat kekuasaan Yi Gyu.
5. Kehilangan kepercayaan dari orang-orang terdekatnya sendiri

Puncak kegagalan Yi Gyu sebagai raja adalah hilangnya kepercayaan dari orang-orang terdekatnya, termasuk keluarga dan figur yang seharusnya menjadi penopang kerajaan. Ketakutan dan kekejaman membuat hubungan personal berubah menjadi relasi penuh kecurigaan. Istana tak lagi menjadi tempat aman, bahkan bagi darah dagingnya sendiri.
Ketika seorang raja tidak lagi dipercaya oleh lingkaran terdekatnya, runtuhnya takhta tinggal menunggu waktu. To My Beloved Thief dengan tajam menunjukkan bahwa kekuasaan tanpa kepercayaan hanyalah singgasana kosong yang siap roboh.
Lima alasan takhta Yi Gyu harus lengser di To My Beloved Thief memperlihatkan bahwa kejatuhannya bukanlah tragedi, melainkan konsekuensi logis dari kepemimpinannya yang gagal. Melalui sosok Raja Yi Gyu, drama ini menegaskan bahwa kekuasaan yang dibangun di atas ketakutan dan tirani pada akhirnya akan runtuh oleh kesalahannya sendiri, membuka jalan bagi perubahan yang tak terelakkan di semesta To My Beloved Thief.


















