7 Tanda Han Na Hyun Mengalami Survivor’s Guilt di Phantom Lawyer

Di Phantom Lawyer (2026), Han Na Hyun (Esom) dikenal sebagai pengacara yang dingin, rasional, dan nyaris tanpa emosi. Namun kalau diperhatikan lebih dalam, sikap itu bukan sekadar kepribadian, melainkan bisa jadi bentuk dari luka psikologis yang ia pendam sejak lama.
Salah satu konsep yang cocok menggambarkan kondisinya adalah survivor’s guilt, yaitu perasaan bersalah karena seseorang selamat, sementara orang yang ia sayangi justru meninggal. Dalam kasus Na Hyun, kematian kakaknya, Han So Hyun, jadi titik awal semuanya. Lalu, apa saja tanda-tanda yang menunjukkan hal itu? Berikut di antaranya!
1. Na Hyun terus merasa kematian So Hyun adalah tanggung jawabnya, karena sang kakak meninggal saat menyelamatkannya

2. Ia menunjukkan penyesalan mendalam seolah dirinya yang seharusnya berada di posisi So Hyun saat kejadian itu

3. Na Hyun memilih menjalani hidup dengan “menggantikan” kakaknya, termasuk dalam memilih karier sebagai pengacara

4. Ia meninggalkan mimpi pribadinya dan memilih jalan hidup yang tidak benar-benar ia inginkan

5. Na Hyun cenderung menekan emosinya dan tampil dingin sebagai cara untuk menghindari rasa sakit dari masa lalu

6. Ia menjauh dari keluarga dan hal-hal yang berkaitan dengan kenangan So Hyun, sebagai bentuk penghindaran

7. Cara hidupnya yang kaku dan penuh kontrol menunjukkan bahwa ia terus menghukum dirinya sendiri secara tidak langsung

Melihat tanda-tanda ini, wajar kalau Han Na Hyun di Phantom Lawyer terasa begitu kompleks sebagai karakter. Ia bukan sekadar dingin, tapi sedang berusaha bertahan dengan caranya sendiri. Pertanyaannya, apakah pertemuannya kembali dengan So Hyun bisa jadi titik awal penyembuhan, atau justru membuka luka lama yang belum selesai?