4 Tindakan Realistis Eun Jo di Drakor To My Beloved Thief, Bikin Sedih

Drama Korea To My Beloved Thief mengisahkan kisah cinta antara Hong Eun Jo (Nam Ji Hyun) dan Yi Yeol (Moon Sang Min). Sedari awal bertemu, mereka sebenarnya sudah memiliki ketertarikan satu sama lain. Hanya saja, Eun Jo dan Yi Yeol belum menyadari perasaan yang mereka miliki.
Pertemuan demi pertemuan terus berlanjut. Hingga akhirnya, Yi Yeol mulai sadar akan niatnya pada Eun Jo. Namun, Eun Jo tetap pada pendiriannya dan memilih berpikir realistis. Apa saja buktinya?
1. menolak cinta Yi Yeol karena sadar status sosial

Eun Jo lahir dari seorang ibu yang merupakan orang kelas bawah dan ayahnya bangsawan mantan menteri perang. Hal ini membuat Eun Jo meneruskan status ibunya dan bekerja sebagai pelayan di kediaman ayahnya. Berbeda dengan Yi Yeol yang terlahir sebagai pangeran terhormat dan merupakan adik tiri Raja.
Eun Jo saat itu tak mengetahui status Yi Yeol sebagai pangeran dan mengira ia adalah pengawal kerajaan yang berasal dari keluarga bangsawan terhormat. Eun Jo dengan tegas menolak permintaan Yi Yeol yang menyatakan cinta padanya. Bagi Eun Jo, kisah cintanya dengan Yi Yeol tak bisa diteruskan mengingat status sosial mereka yang berbeda.
2. Menyadari perannya sebagai eolnyeo

Eolnyeo merupakan sebutan untuk gadis yang terlahir dari ibu kelas bawah dan ayah bangsawan. Mereka yang menyandang gelar ini dianggap tak memiliki kedudukan terhormat. Inilah hal yang melekat pada Eun Jo dan membuatnya sadar akan peran yang ia punya.
Eun Jo tahu dia tidak berhak untuk menyuarakan pendapatnya dan tak punya kedudukan yang membuatnya dihormati orang lain. Oleh karena itu, ia memilih untuk melanjutkan hidup apa adanya. Bagi Eun Jo, yang terpenting ialah membahagiakan ibunya dan bisa menolong orang lain.
3. Menjadi tabib untuk membantu perekonomian keluarga

Eun Jo dikenal dengan panggilan sebagai Tabib Hong. Ia bekerja di Klinik Rakyat dan membantu orang yang memiliki sakit. Punya status sosial yang rendah tak membuat Eun Jo gentar untuk mempelajari ilmu kesehatan.
Sebenarnya, perekonomian keluarga Eun Jo tidaklah bagus. Terutama setelah ayahnya dicopot dari jabatan menteri perang dan menderita sakit. Akibatnya, Eun Jo harus mencari pendapatan tambahan. Oleh karena itu, ia pun menjadi tabib untuk membantu perekonomian keluarga.
4. Menikah sebagai transaksi

Dengan kondisinya saat ini, Eun Jo mengerti dia tidak bisa menganggap pernikahan seperti dongeng yang indah. Jika ia menolak menikah, bisa-bisa keluarganya terjebak kondisi sulit. Oleh karenanya, ia menganggap pernikahan sebagai transaksi dan membiarkan dirinya dijodohkan dengan seorang bangsawan tua berusia 70-an.
Orang-orang di sekitar Eun Jo kaget dan tidak terima dengan keputusan Eun Jo. Namun di posisinya saat ini, menikahi bangsawan tersebut adalah satu-satunya cara mensejahterakan dirinya sendiri dan keluarganya. Ia tak peduli bahkan jika dirinya disebut sebagai wanita tak terhormat setelah pernikahan itu terjadi.
Beban berat yang dipikul Eun Jo membuatnya tak bisa hidup dengan pilihan yang ia inginkan. Mau tidak mau, ia harus berpikir realistis demi menyelamatkan dirinya dan keluarganya. Beban yang Eun Jo tanggung benar-benar berat!


















