3 Usaha Kim Seon Ho untuk Mendalami Can This Love Be Translated?

Romansa dalam drama Korea sering kali terasa sederhana di permukaan, tetapi menyimpan lapisan emosi yang rumit di dalamnya. Misalnya saja, drakor Can This Love Be Translated? hadir dengan premis yang terdengar manis sekaligus menantang. Bagaimana jika cinta harus dipahami lewat bahasa yang berbeda-beda, bukan hanya secara harfiah, tetapi juga emosional?
Aktor Kim Seon Ho yang berperan sebagai Joo Ho Jin, seorang penerjemah yang fasih dalam empat bahasa menuturkan usahanya dalam mendalami karakternya di drakor ini. Perjalanannya dalam menghidupkan karakter ini terasa personal, lho. Yuk, kita telusuri usaha Kim Seon Ho menjadi seorang multilingual interpreter di drakor Can This Love Be Translated?.
1. Belajar 4 bahasa dalam 4 bulan

Dalam drama ini, Kim Seon Ho memerankan tokoh utama Joo Ho Jin, seorang penerjemah multibahasa yang menguasai empat bahasa, yakni Korea, Jepang, Inggris, dan Italia. Tentu saja, ia harus berhadapan langsung dengan bahasa sebagai alat kerja utama. Untuk memerankan seorang penerjemah profesional, Kim Seon Ho menghabiskan waktu empat bulan mempelajari nuansa berbagai bahasa tersebut, lho. Ia mengaku memanfaatkan waktu luang untuk mempelajari tata bahasa.
“Saya harus menghafal dialog persis seperti yang tertulis, lalu menambahkan emosi ke dalamnya. Saya berlatih berulang kali dan memanfaatkan waktu luang untuk mempelajari tata bahasa,” jelasnya, dilansir The Korea Times.
2. Tak cukup menguasai kata-kata, Kim Seon Ho juga belajar gestur

Usaha Kim Seon Ho tidak berhenti pada penguasaan dialog. Ia ingin memahami gestur dan sikap seorang penerjemah profesional. Salah satu pengajarnya bekerja di kedutaan. Mereka sempat pergi ke tempat-tempat, seperti Itaewon untuk belajar. Namun, proses ini tidak selalu nyaman baginya. Kim Seon Ho mengakui bahwa ia bukan tipe orang yang mudah berbaur di tempat umum.
“Ini tidak sampai menguji kemampuan saya secara ekstrem. Namun saya ingin mempelajari hal-hal seperti gestur. Salah satu pengajarnya bekerja di kedutaan, jadi kami sempat pergi ke tempat-tempat seperti Itaewon untuk belajar. Namun, saya bukan tipe orang yang mudah berbaur di tempat umum, jadi itu cukup sulit bagi saya. Kalau bisa memilih lain kali, saya akan memilih akting laga,” ujarnya yang disambut tawa, dilansir Chosun Biz.
3. Tidak ada akting yang mudah

Setelah tampil dalam proyek-proyek dengan nuansa gelap dan penuh aksi seperti film The Childe (2023) dan The Tyrant (2024), Kim Seon Ho kembali ke genre romansa. Peralihan ini membuatnya tertawa ketika ditanya mana yang lebih sulit antara akting laga dan akting sebagai penerjemah. Menurutnya, tidak ada akting yang mudah, dan penggunaan beberapa bahasa dalam satu adegan justru terasa lebih menantang.
“Tidak ada akting yang mudah. Tapi harus menggunakan beberapa bahasa sekaligus dalam satu adegan membuat akting multibahasa terasa lebih sulit,” katanya, dilansir Chosun Biz.
Kim Seon Ho mengaku bahwa setelah menyelesaikan adegan, ia justru kesulitan saat harus kembali berbicara dalam bahasa Korea. Tubuh dan pikirannya seolah belum sepenuhnya berpindah mode. Go Youn Jung sampai mengingat momen Kim Seon Ho makan ginseng merah di sudut lokasi syuting.
Ia menambahkan, “Saat pengambilan gambar, karena sudah banyak persiapan, semuanya terasa baik-baik saja. Tapi setelah selesai dan masuk ke adegan berikutnya lalu harus berbicara dalam bahasa Korea, justru hasilnya jadi kurang maksimal. Youn Jung bilang dia ingat saya makan ginseng merah di sudut ruangan saat adegan pertama kami,” ujarnya sambil tersipu, dilansir Chosun Biz.
Can This Love Be Translated? menjadi bukti bahwa usaha aktor sering kali tersembunyi di balik dialog yang terdengar sederhana. Kim Seon Ho memperlihatkan dedikasinya demi menghadirkan penerjemah yang meyakinkan. Jangan lupa saksikan usahanya dalam 12 episode mulai tanggal 16 Januari 2025 di Netflix, ya!


















