CEO Weverse Minta Maaf atas Kebocoran Data Pribadi Penggemar RIIZE

- Weverse meminta maaf dan membenarkan kebocoran data penggemar
- Weverse menegaskan tidak ada intervensi daftar pemenang untuk menghadiri fan sign
- Weverse sudah mengambil langkah untuk mencegah hal serupa terjadi
Weverse Company akhirnya buka suara atas tudingan kebocoran data penggemar. Sebelumnya pada 31 Desember 2025 lalu, salah seorang fans RIIZE mengklaim datanya bocor dan mendapat tawaran kompensasi dari Weverse sebesar 100 ribu won atau Rp1,1 juta dalam bentuk kredit tunai.
Kabar ini membuat pengguna aplikasi Weverse menjadi berang. Jadi, bagaimana tanggapan pihak Weverse?
1. Weverse meminta maaf dan membenarkan ada kebocoran data penggemar

Weverse telah merilis pernyataan panjang berisi permintaan maaf atas insiden baru-baru ini yang melibatkan kebocoran informasi pribadi penggunanya. CEO Weverse Company, Choi Jun Won, secara khusus membagikan penjelasan soal kasus ini.
Ia mengatakan, perusahaan telah melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran internal melalui wawancara langsung, pemeriksaan tertulis, dan analisis forensik. Terungkap, karyawan tersebut mengambil tangkapan layar daftar pemenang acara siaran publik untuk kepentingan pribadi, lalu membagikan nama, tanggal lahir, dan nomor telepon 30 pemenang ke grup chat tertutup.
"Saat ini, perusahaan sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah ada tindakan pelanggaran hukum lain dalam proses fan event yang ditangani karyawan tersebut. Kami juga telah meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan menyeluruh," tulis CEO Weverse Company Choi Jun Won dalam pengumuman pada Senin (5/1/2026).
Ia juga menjelaskan, perusahaan sudah memberi pemberitahuan resmi kepada seluruh pengguna yang datanya terbukti bocor, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
2. Weverse menegaskan tidak ada intervensi daftar pemenang untuk menghadiri fan sign

Selain itu, pihak Weverse juga menegaskan tidak ada intervensi karyawan tersebut dalam proses pemilihan pemenang fan sign. Namun, perusahaan membenarkan bahwa karyawan ini sempat berencana mengubah daftarnya.
"Informasi nama dan tahun lahir tersebut kemudian dibagikan ke grup chat KakaoTalk tertutup yang berisi 6 orang kenalan yang merupakan penggemar artis yang sama. Karyawan tersebut juga sempat mencoba memengaruhi hasil undian event, tapi tidak ada perubahan atau intervensi yang benar-benar terjadi," demikian tertulis dalam pernyataan tersebut.
3. Weverse sudah mengambil langkah untuk mencegah hal serupa terjadi

Menanggapi kejadian ini, Weverse menyatakan pihaknya sudah mengambil langkah hukum. Selain itu, karyawan yang bersangkutan juga sudah mendapatkan hukuman secara internal.
Weverse menulis, "Selain hal-hal di atas, dalam proses investigasi juga ditemukan berbagai pelanggaran internal dan dugaan pelanggaran hukum lainnya, seperti penyalahgunaan wewenang dan gangguan terhadap operasional kerja. Atas hal tersebut, perusahaan langsung menonaktifkan karyawan dari seluruh tugasnya, menyerahkan kasus ini ke komite disiplin internal, dan mengajukan laporan pidana."
Menutup pengumumannya, Weverse menyatakan pihaknya akan mengevaluasi ulang secara menyeluruh sistem manajemen internal dan pelatihan karyawan. Selain itu, mereka berjanji akan lebih ketat dalam melakukan pengawasan produksi fan event. Semoga tidak terulang lagi di masa depan, ya!



















