VIVIZ (instagram.com/viviz_official)
Akar permasalahan ini bermula dari kelalaian agensi dalam memenuhi hak-hak dasar para anggota VIVIZ. Menurut perwakilan hukum grup, agensi dianggap gagal menjalankan kewajibannya secara profesional, terutama terkait pembayaran honor.
Bahkan agensi membatalkan perilisan album secara sepihak tanpa diskusi terlebih dahulu. Belum lagi, beberapa biaya untuk aktivitas grup tidak dibayar sehingga menimbulkan kerugian.
"Agensi membayarkan gaji terakhir sekitar November 2025, kira-kira satu bulan lebih lambat dari batas waktu pembayaran dan belum membayar pembayaran apapun kepada artis sejak saat itu. Para artis telah beberapa kali menanyakan kapan jumlah penyelesaian tersebut dijadwalkan untuk dibayarkan, tetapi Agensi hanya memberikan tanggapan singkat yang menyatakan bahwa itu akan "segera dibayarkan" dan belum membayar pembayaran tersebut hingga hari ini. Pada akhirnya, sekitar Januari 2026, agensi secara sepihak memberitahukan kepada artis tentang pembatalan perilisan album baru (EP06) yang sedang dipersiapkan. Bersamaan dengan itu, pertemuan penggemar domestik dan luar negeri yang dijadwalkan untuk paruh pertama tahun 2026 juga dibatalkan. Lebih jauh lagi, agensi gagal membayar bahkan biaya di tempat, yang menyebabkan manajer terpaksa menggunakan uang pribadi. Artis bermaksud untuk menanggung penundaan pembayaran dana penyelesaian mereka, tetapi melihat orang-orang di sekitar mereka menderita sementara mereka melanjutkan aktivitas hiburan mereka membuat mereka merasa sangat hancur," kata perwakilan hukum VIVIZ yang dilansir My Daily.