Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
VIVIZ Ajukan Pemutusan Kontrak ke BPM Buntut Tak Dapat Bayaran
VIVIZ (instagram.com/viviz_official)
  • BPM dianggap lalai memenuhi kewajiban terhadap VIVIZ, termasuk keterlambatan pembayaran honor dan pembatalan album serta jadwal kegiatan tanpa diskusi.
  • VIVIZ resmi mengajukan pemutusan kontrak dengan BPM karena pelanggaran kewajiban agensi dan hilangnya kepercayaan dalam hubungan kerja sama.
  • Kontrak eksklusif VIVIZ dengan BPM berakhir pada 4 Maret 2026, setelah grup menyelesaikan seluruh jadwal mereka sebagai bentuk tanggung jawab kepada penggemar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Prahara pemutusan kontrak sejumlah artis dari agensi Big Planet Made (BPM) masih berlanjut. Baru-baru ini aktor Lee Seung Gi telah resmi mengakhiri kontraknya. Kini, member VIVIZ secara resmi mengajukan pemutusan kontrak dengan BPM.

Perwakilan hukum VIVIZ mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal tersebut. Para member menilai bahwa agensi tidak mampu menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik. Simak pernyataan dari perwakilan VIVIZ yang dilansir My Daily di bawah ini!

1. BPM dinggap lalai menjalankan kewajiban sebagai agensi

VIVIZ (instagram.com/viviz_official)

Akar permasalahan ini bermula dari kelalaian agensi dalam memenuhi hak-hak dasar para anggota VIVIZ. Menurut perwakilan hukum grup, agensi dianggap gagal menjalankan kewajibannya secara profesional, terutama terkait pembayaran honor.

Bahkan agensi membatalkan perilisan album secara sepihak tanpa diskusi terlebih dahulu. Belum lagi, beberapa biaya untuk aktivitas grup tidak dibayar sehingga menimbulkan kerugian.

"Agensi membayarkan gaji terakhir sekitar November 2025, kira-kira satu bulan lebih lambat dari batas waktu pembayaran dan belum membayar pembayaran apapun kepada artis sejak saat itu. Para artis telah beberapa kali menanyakan kapan jumlah penyelesaian tersebut dijadwalkan untuk dibayarkan, tetapi Agensi hanya memberikan tanggapan singkat yang menyatakan bahwa itu akan "segera dibayarkan" dan belum membayar pembayaran tersebut hingga hari ini. Pada akhirnya, sekitar Januari 2026, agensi secara sepihak memberitahukan kepada artis tentang pembatalan perilisan album baru (EP06) yang sedang dipersiapkan. Bersamaan dengan itu, pertemuan penggemar domestik dan luar negeri yang dijadwalkan untuk paruh pertama tahun 2026 juga dibatalkan. Lebih jauh lagi, agensi gagal membayar bahkan biaya di tempat, yang menyebabkan manajer terpaksa menggunakan uang pribadi. Artis bermaksud untuk menanggung penundaan pembayaran dana penyelesaian mereka, tetapi melihat orang-orang di sekitar mereka menderita sementara mereka melanjutkan aktivitas hiburan mereka membuat mereka merasa sangat hancur," kata perwakilan hukum VIVIZ yang dilansir My Daily.

2. VIVIZ resmi ajukan pemutusan kontrak kepada BPM

VIVIZ (instagram.com/viviz_official)

Dengan semua permasalahan tersebut VIVIZ akhirnya mengambil langkah tegas dengan resmi mengajukan pemutusan kontrak. Keputusan ini diambil demi melindungi hak-hak mereka dan rasa tanggung jawab kepada para penggemar.

"Para Artis memberitahukan Big Planet Made Entertainment tentang pengakhiran kontrak eksklusif, dengan alasan pelanggaran kewajiban Agensi untuk membayar sejumlah uang penyelesaian dan kewajibannya untuk memberikan dukungan manajemen berdasarkan kontrak eksklusif, serta kerusakan yang diakibatkan pada hubungan kepercayaan. Pada akhirnya, artis terpaksa menyimpulkan bahwa agensi telah sepenuhnya kehilangan kemauan dan kemampuan dasar untuk mendukung aktivitas hiburan mereka, gagal bertanggung jawab atas pembayaran dana penyelesaian, dan bahwa hubungan kepercayaan prasyarat untuk mempertahankan kontrak eksklusif telah hancur sepenuhnya," kata perwakilan hukum VIVIZ yang dilansir My Daily.

3. Kontrak eksklusif telah berakhir pada 4 Maret 2026

VIVIZ (instagram.com/viviz_official)

Lebih lanjut, perwakilan hukum VIVIZ menyatakan bahwa kontrak eksklusif para member telah diakhiri pada 4 Maret 2026. Para member juga telah menyelesaikan semua jadwal selama bulan Maret 2026.

"Karena kontrak eksklusif telah secara resmi diakhiri pada tanggal 4 Maret 2026, sang artis tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk berpartisipasi dalam kegiatan hiburan di masa mendatang, seperti pertunjukan luar negeri yang telah dijadwalkan. Lebih lanjut, terlepas dari keadaan yang tidak pasti mengenai dukungan untuk kegiatan hiburan normal atau penyelesaian untuk pekerjaan tambahan, sang artis menyelesaikan semua kegiatan yang dijadwalkan hingga akhir Maret. Keputusan ini berasal dari rasa tanggung jawab terhadap para penggemar yang telah menunjukkan kepercayaan dan dukungan yang tak tergoyahkan. Sekarang setelah semua kegiatan yang dijadwalkan telah selesai, kami mengumumkan pernyataan ini agak terlambat. Mengambil kesempatan ini, sang artis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada para penggemar yang telah secara konsisten mendukung mereka. Sang artis sangat berharap untuk terus bekerja sama sebagai satu tim, bersatu dalam hati dan pikiran, seperti yang telah mereka lakukan hingga saat ini. Kami memohon dukungan dan dorongan Anda yang berkelanjutan," kata perwakilan hukum VIVIZ yang dilansir My Daily.

Kesulitan keuangan yang dihadapi BPM menimbulkan dampak besar terhadap artis dan para staf. Dampak inilah yang tengah dirasakan member VIVIZ hingga mengambil keputusan besar untuk mengakhiri hubungan kerja sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team