Susul The Boyz, VIVIZ, Lee Mu Jin, dan Rapper BE'O Ajukan Pemutusan Kontrak

- VIVIZ, Lee Mu Jin, dan BE'O resmi mengajukan pemutusan kontrak dengan Big Planet Made Entertainment pada 19 Maret 2026, menyusul langkah serupa dari grup The Boyz.
- Alasan utama pemutusan kontrak para artis adalah pelanggaran perjanjian dan hilangnya kepercayaan terhadap CEO Cha Ga Won setelah negosiasi satu bulan tanpa hasil.
- One Hundred sebagai induk BPM Entertainment dilaporkan mengalami krisis finansial sejak kuartal ketiga 2025, termasuk gagal membayar artis dan menumpuk utang miliaran rupiah.
Prahara pemutusan kontrak sejumlah artis dari agensi Big Planet Made turut mencuat. Keputusan ini menyusul The Boyz yang sudah terlebih dahulu mengajukan pemutusan kontrak dengan One Hundred pada Kamis (19/3/2026).
Sebagai infromasi, One Hundred diketahui menaungi beberapa label besar, seperti Big Planet Made Entertainment dan INB100. Berikut fakta-fakta selengkapnya yang disampaikan oleh kantor media The Fact.
1. The Fact melaporkan VIVIZ, Lee Mu Jin, dan Rapper BE'O ajukan pemutusan kontrak ke agensi BPM Entertainment

VIVIZ, Lee Mu Jin, dan Rapper BE'O dilaporkan turut mengajukan pemutusan kontrak dengan Big Planet Made (BPM) Entertainment pada Kamis (19/3/2026). Namun, Big Planet Made Entertainment mengaku belum ada hasil final terkait keputusan tegas ketiga artis di atas.
"Keputusan akhir belum tercapai mengenai pemutusan kontrak eksklusif untuk VIVIZ, Lee Mu Jin, dan BE'O. Kami melakukan yang terbaik untuk memastikan aktivitas normal para artis," ungkap perwakilan Big Planet Made Entertainment.
2. Pemutusan kontrok ini menyusul pengajuan serupa dari The Boyz

Sebelumnya di hari yang sama, The Boyz juga mengajukan pemutusan kontrak terhadap agensi mereka, One Hundred. Keputusan ini diambil usai melewati masa negosiasi selama satu bulan bersama Cha Ga Won, CEO One Hundred, tapi tidak menemukan titik terang bersama.
Sementara itu, alasan yang diberikan VIVIZ, Lee Mu Jin, dan Rapper BE'O terkait pemutusan kontrak ini serupa, yaitu pelanggaran kontrak dan rusaknya kepercayaan. Mereka sempat berusaha menerima tanggapan memuaskan dari CEO Cha Ga Won, tapi gagal memulihkan kepercayaan yang telah rusak.
3. Permasalan perusahaan induk One Hundred dengan anak perusahaannya

One Hundred merupakan induk perusahaan dari beberapa agensi besar, seperti BPM Entertainment dan INB100. Dilaporkan bahwa One Hundred, sekaligus BPM Entertanment mengalami penurunan nilai modal, sehingga tidak bisa membayar artis-artis mereka sejak kuartal ketiga 2025.
Mereka juga menumpuk utang miliaran kepada mitra dan para staf. Maka dari itu, kemungkinannya sangat kecil untuk One Hundred hingga BPM Entertainment mendukung aktivitas artis mereka dan memproduksi album jika masalah ini terus berlanjut.
Sementara itu, Taemin SHINee sudah terlebih dahulu mengakhiri kontrak eksklusifnya dengan BPM Entertainment pada Februari 2026. Kala itu Taemin tidak kesulitan mengakhiri kontrak karena kelalaian besar berasal dari CEO Cha.