CORTIS Rilis Pemotretan GREENGREEN, Kenapa Dikaitkan dengan Britpop?

- CORTIS merilis konsep pemotretan berjudul BRIDGE untuk mini album kedua GREENGREEN, yang langsung mencuri perhatian karena nuansa dan gaya visualnya.
- Pemilihan lokasi sederhana serta gaya berpakaian kasual para member membuat banyak fans mengaitkan konsep ini dengan estetika Britpop era 1990–2000-an.
- Pendekatan visual dan semangat kebebasan CORTIS dalam pemotretan ini dianggap selaras dengan nilai-nilai budaya Britpop yang menonjolkan kedekatan dengan kehidupan anak muda.
CORTIS bikin fansnya makin gak sabar dengan rencana perilisan mini album kedua mereka yang diberi tajuk GREENGREEN. Pada Senin (6/4/2026) kemarin, Martin dan kawan-kawan merilis konsep pemotretan mereka untuk mini album tersebut berjudul BRIDGE.
Pemotretan ini langsung mencuri perhatian linimasa media sosial. Bukan soal visual para member dan euforia comeback saja, tapi soal tema yang diusung dari pemotretan ini. Banyak fans yang kemudian mengaitkan konsep pemotretan CORTIS tersebut dengan British Pop, genre dan fenomena budaya musik yang sempat booming di Inggris dan juga global. Memangnya kenapa?
1. Pemilihan lokasi yang vibes-nya mengingatkan Britpop era awal 2000-an

Pemilihan lokasi untuk pemotretan mini album ini dirasa cukup menarik. Sebab, CORTIS gak memilih untuk pakai set glamor atau artistik secara berlebihan. Mereka justru memilih pemotretan outdoor seperti di pinggiran jalan kota yang sepi, gang, hingga jembatan yang pastinya punya cerita personal masing-masing, gak asal pilih.
Nah, tempat-tempat kayak gini terasa sangat sederhana, pendekatan yang mengingatkan pada era band-band British Pop seperti Oasis atau Blur, yang kerap menggunakan ruang publik sebagai lokasi pemotretan dengan kesan simpel, tanpa outfit yang heboh atau properti pemotretan yang berlebihan.
2. Style member yang jauh dari kesan glamor

Salah satu faktor kuat yang bikin penilaian fans kalau pemotretan CORTIS untuk konsep BRIDGE ini terasa seperti band era Britpop, adalah soal pemilihan style. Sudah jadi rahasia umum kalau grup KPop ketika pemotretan kebanyakan menonjolkan visual atau gaya yang glamor, tapi CORTIS kali ini benar-benar gak mengadaptasi gaya itu sama sekali.
Alih-alih pakai high-fashion, James, Juhoon, Martin, Seonghyeon, dan Keonho justru terlihat santai memakai celana jeans, kaus di balik jaket dengan ritsleting terbuka, makeup natural, hingga nyaris tanpa asesoris tambahan. Dalam konteks Britpop kala itu, visual seperti ini yang selalu ditunjukkan oleh para personel band. Dalam pemotretan resmi untuk mempromosikan single atau album mereka sekalipun, para personelnya tampil biasa saja, atasan kaus atau kemeja dan celana jeans, ditambah jaket dan mentok pakai kacamata hitam agar kelihatan lebih cool.
Dengan pendekatan ini, wajar banget kalau para fans mengaitkan gaya CORTIS di pemotretan tersebut terlihat Britpop abis.
3. Britpop meledak di era 1990-an, bukan sekadar genre musik tapi juga fenomena budaya

Ditarik lebih ke belakang, British Pop ini sendiri sangat populer di pertengahan tahun 1990-an hingga 2000-an. Fenomena ini muncul dari anak-anak muda pecinta musik di Inggris, yang mencoba memberikan perlawanan atas dominasi musik Amerika Serikat yang saat itu kuat banget. Akar musiknya tercipta dari kelas pekerja Inggris, gak heran kalau musik-musik dan visualnya sangat mencerminkan kehidupan sehari-hari yang dekat dengan anak muda.
Nah, hal tersebut juga selaras sama identitas dari grup CORTIS sendiri. CORTIS yang diambil dari singkatan Color Outside the Lines, menggambarkan bahwa grup ini diisi oleh anak-anak muda yang kreatif, bebas, dan gak mau mengikuti standar pakem yang sudah ada. Lewat pemotretan untuk mini album GREENGREEN ini, CORTIS tampak ingin menunjukkan sisi yang lebih personal agar bisa lebih dekat dengan fans. Semangat sama yang dulu dibawa oleh pegiat Britpop dalam hal bermusik.
Sampai saat ini, masih banyak fans yang mengaku jadi teringat dengan band-band Britpop gara-gara melihat pemotretan CORTIS.