3 Idol KPop Cewek yang Pernah Diincar Pria Dewasa saat Sekolah

- YooA Oh My Girl pernah diikuti pria dewasa berkali-kali saat sekolah, bahkan sempat dipaksa masuk mobil dan menerima komentar cabul yang membuatnya trauma.
- Bona WJSN mengalami penguntitan oleh mahasiswa ketika masih SMP; pelaku mengikuti hingga apartemen dan menahan pintu, namun Bona berhasil menyelamatkan diri.
- Oh Yu Jin dikuntit pria berusia 60-an selama berbulan-bulan hingga ke sekolahnya; pelaku mengaku sebagai ayahnya dan akhirnya dijatuhi hukuman penjara serta masa percobaan.
Berbagai macam bahaya kerap mengintai perempuan di berbagai situasi, tidak terkecuali tempat umum. Bahkan, banyak idol KPop yang diikuti oleh laki-laki tak dikenal saat masih di bawah umur. Pelaku berusaha keras mendekat tanpa peduli lokasinya.
Pasalnya, deretan idol KPop berikut ini justru didekati dalam perjalanan pulang sekolah hingga sekolahnya. Pelaku jelas mengetahui bahwa mereka masih di bawah umur dan mencoba mencari momen saat mereka lengah. Bagi mereka, pengalaman tersebut sangat mengerikan. Yuk, simak!
1. YooA Oh My Girl

Di program Radio Star pada 2016, YooA mengaku diikuti oleh sejumlah besar penguntit saat masih sekolah. Pelakunya adalah laki-laki tak dikenal. Mereka sering mengikutinya setidaknya sekitar lima kali dalam seminggu. Ia memperkirakan, usia mereka sekitar 20-an tahun hingga pria yang jauh lebih tua.
Bahkan, saat SMA, seorang laki-laki mencoba memaksa YooA masuk ke dalam mobilnya. Lalu, dalam kesempatan lain, seseorang berjalan di sampingya dan terus mengucapkan komentar cabul. Pengalaman mengerikan ini membuatnya ingin debut dan terkenal di kalangan publik, agar pelaku kejahatan seksual tak berani mendekatinya dengan cara kurang ajar.
2. Bona WJSN

Dalam program Late Night Horror pada 2021, Bona mengaku ingat pengalaman dia diikuti laki-laki yang sudah berstatus sebagai mahasiswa saat dirinya masih SMP. Suatu malam, saat baru pulang sekolah, laki-laki itu mengikuti sampai ke apartemennya untuk meminta nomor teleponnya.
Meskipun Bona kemungkinan masih memakai seragam sekolah yang menunjukkan dirinya masih di bawah umur, pria itu tetap mendekat. Sang pelaku bahkan mengklaim Bona sebagai tipe idealnya. Bona yang ketakutan hanya bisa berlari untuk pulang. Namun, di apartemen, si pelaku menghalangi Bona menutup pintu.
Pelaku tersebut menahan pintu tertutup dengan tangannya. Meskipun terkejut, Bona berusaha untuk tak menyerah. Apalagi, lelaki itu tanpa tahu malu justru meminta segelas air. Bona pun menggunakan segenap tenaganya, sampai pintu berhasil tertutup. Setelah itu, dia yang sendiri di apartemen langsung menelepon kakak laki-lakinya untuk memintanya segera pulang.
3. Oh Yu Jin

Seorang laki-laki berusia 60-an menguntit Oh Yu Jin dari Mei hingga November 2023. Pelaku ini datang ke sekolah Oh Yu Jin dan menelepon nenek dari sang penyanyi tersebut berulang kali. Pelaku juga merusak reputasi dengan mengklaim dirinya sebagai ayah dari Oh Yu Jin di komentar YouTube.
Pelaku juga muncul di program Curious Stories Y dan mengatakan, bahwa penampilan, bentuk tangan, gigi, struktur tulang, dan gaya menyanyi Oh Yu Jin mirip dengannya. Dia menganggap hal itu cukup untuk membuktikan bahwa Oh Yu Jin adalah putrinya. Ia juga datang ke sekolah Oh Yu Jin dengan alasan ingin mengamati seberapa mirip sang korban dengannya.
Pelaku mengatakan, “Saya memanggil namanya (Oh Yu Jin) dan dia menjawab. Dia berjalan lewat, dan saya menangis tanpa menyadarinya. Saya hampir gila memikirkan bahwa seseorang bisa sangat mirip dengan saya.” Maka dari itu, Ketua Hakim Kim Do Hyung menganggap pernyataan pelaku bahwa korban adalah putrinya sebagai klaim tak masuk akal.
Pada akhirnya, pelaku dijatuhi hukuman delapan bulan penjara, dua tahun masa percobaan, mendengar materi pencegahan penguntitan selama 40 jam, dan pembatasan terhadap korban. Hal ini membuat Oh Yu Jin mengalami penderitaan secara mental. Apalagi, pelaku juga menyebabkan kecemasan dan ketakutan pada keluarga Oh Yu Jin. Sebagai informasi, Oh Yu Jin berusia 15 tahun saat dikuntit oleh pelaku.
Idol KPop cewek di atas hanya berusaha menjalani rutinitasnya seperti biasanya di masa sekolah. Namun, mereka justru diincar laki-laki dewasa tanpa alasan yang jelas. Pengalaman mereka membuktikan, betapa kurangnya ruang aman bagi perempuan dan kesadaran pelaku untuk tidak mengusik mereka.