IU (instagram.com/dlwlrma)
Dalam sebuah wawancara pada 2022, IU mengakui lagu “Next Stop” tercipta dari pengalamannya naik bus sendirian. Ia tak memiliki tujuan tertentu dalam pikirannya saat berada di bus itu. Ia hanya merasa ingin berjalan-jalan, keluar rumah, tanpa memutuskan di mana akan turun.
Saat IU memikirkan dalam hati tentang di mana dirinya mesti turun, dia berakhir tidak turun. Ia juga terpikirkan soal, “Apakah ada destinasi yang lebih baik yang lebih kusukai?” dan “Selain tempat ini, apakah ada tempat lain yang lebih cocok untukku?”. Lagu itu menyampaikan emosi-emosi semacam itu.
Hanya saja, secara kiasan, “Next Stop” bukan hanya tentang halte bus atau stasiun kereta api. Lagu itu juga merujuk pada perasaan IU tentang kehidupannya sendiri, yaitu soal kapan dirinya akan terbiasa dan menerima kenyataan bahwa saat ini dia sudah berada di tempat yang ditakdirkan untuknya.
Bagi IU, lagu ini juga bercerita tentang apa yang harus diputuskan olehnya sebagai arah hidupnya. Lagu itu juga menceritakan tentang betapa tersesat dan gelisahnya dirinya. Sebab, setelah 4 sampai 5 tahun berlalu, dia belum bisa menentukan tujuan hidupnya. Ia masih sering mempertanyakan tujuan hidupnya.