Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Cara Menyampaikan Kritik pada Atasan agar Diterima dengan Positif
ilustrasi diskusi kerja (pexels.com/Mart Production)

Sebagai manusia biasa yang tak luput dari kekurangan dan kesalahan, seorang atasan pun sebenarnya seperti itu. Sehingga terlepas dari jabatannya, sebenarnya tidak apa-apa bagi seorang bawahan untuk mengkritik atasannya jika memang bertujuan positif. Akan tetapi memang ketika mengkritik atasan ada caranya tersendiri agar tidak berakhir menyinggung. 

Karena meskipun dia itu manusia biasa pada umumnya, tetap saja ia seorang atasan yang harus dihormati oleh bawahan. Jadi pastikan dalam mengkritik atasan itu dilakukan dengan benar-benar sopan dan hati-hati. Yang mana beberapa cara dalam menyampaikan kritik dapat dilihat tiga di antaranya di bawah ini. 

1. Sampaikan secara privasi saat suasana sedang baik

ilustrasi rekan kerja (pexels.com/RODNAE Productions)

Sebelum menyampaikan kritik pada atasan pastikan kamu lihat dulu situasinya apakah sedang baik atau tidak. Misalnya, apakah atasanmu sedang memiliki suasana hati yang bagus dan bisa diajak bicara atau justru dia sedang tidak mood untuk diberi masukan oleh siapa-siapa. Karena memperhatikan baik buruknya situasi seperti ini sangat berpengaruh pada diterima atau tidaknya kritikmu nanti. 

Kalau suasana hatinya sedang buruk dan stres dengan pekerjaan, tentu bukan waktu yang tepat untuk memberikan kritik. Dan selain suasananya harus baik, menyampaikan kritik juga mesti dilakukan secara privasi. Dimana kamu dan atasan mungkin sedang berdua dan ngobrol santai di ruang kerjanya, lalu kamu menyelipkan kritik yang positif di dalam obrolan sehingga dapat diterima dengan baik. 

2. Gunakan bahasa sopan dan kata-kata yang sehati-hatinya

ilustrasi kerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Cara kedua untuk menyampaikan kritik pada atasan ialah dengan menggunakan bahasa yang sopan dan sehati-hatinya. Sebaik-baiknya atasanmu, saat menyampaikan kritik tetap harus sopan untuk menghormatinya. Pun juga agar kritikmu tersampaikan secara baik tanpa menyinggung dan terkesan menyudutkan atasan. 

Kata-kata yang dipilih pun juga harus sangat hati-hati, bahkan kalau bisa terkesan merendah agar kamu tidak terkesan meninggi ketika memberikan kritik. Supaya jangan sampai yang tadinya niat baik justru malah memicu ketidak sukaan atasan padamu, nanti kamunya juga yang repot kalau gak disukai atasan di kantor. Jadi sebisa mungkin memilih cara penyampaian paling halus kepada atasan dari segi bahasa dan kata-katanya.

3. Sertai kritik dengan saran yang berdampak positif pada jabatannya

ilustrasi kerja (pexels.com/Sora Shimazaki)

Lalu yang terakhir, jangan lupa untuk menyertakan dalam kritikmu berupa saran yang baik. Kalau bisa saran yang diberikan itu memiliki dampak positif pada jabatannya sebagai atasan. Misalnya ada masalah dalam proyek dan penurunan omset drastis, kamu bisa menyampaikan kritik tentang apa yang salah di situ lalu ditambah dengan saran untuk memperbaiki keadaan. 

Sehingga atasan yang mendapat kritik darimu merasa terbantu karena ada masukan yang dapat menjadi cara untuk menyelesaikan masalah pekerjaan kalian. Karena seorang atasan pun manusia biasa yang butuh saran dari orang lain, dan ia pasti mau menerimanya jika memang baik untuk mendukung pekerjaannya. Bahkan rata-rata atasan bakal suka sama bawahan yang berani mengkritik sekaligus memberi saran untuk jalan keluarnya. 

Itulah tadi tiga caranya yang bisa dilakukan jika ingin menyampaikan kritik dengan baik kepada atasanmu di kantor. Agar kritik yang kamu berikan dapat diterima dengan baik tanpa menyinggung dan tetap menghormati posisi atasanmu. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team