ilustrasi distraksi ponsel (pexels.com/Anna Shvets)
Menunda pekerjaan penting sering dianggap sebagai masalah karakter, padahal ada dasar biologisnya, lho. Prokrastinasi berkaitan erat dengan bagaimana otak memandang hubungan antara diri saat ini dan diri di masa depan. Jika koneksi ini lemah, masa depan terasa jauh dan gak relevan.
Menurut penelitian dalam Cognitive, Affective & Behavioral Neuroscience, aktivitas di area otak bernama dorsolateral prefrontal cortex berperan dalam pengendalian diri dan orientasi masa depan. Ketika area ini kurang aktif, kecenderungan menunda akan meningkat. Artinya, kamu bukan kurang ambisi, tapi otakmu belum sepenuhnya “merasakan” konsekuensi masa depan. Inilah alasan kenapa rencana karier sering berhenti di atas kertas.
Otak manusia memang luar biasa, tapi bukan tanpa kelemahan, terutama dalam urusan perencanaan karier jangka panjang. Bias kognitif, kesalahan prediksi emosi, dan kecenderungan menunda bisa diam-diam menghambat perkembangan profesionalmu.
Dengan memahami cara kerja otak, kamu bisa lebih realistis dan strategis saat menyusun langkah karier. Kuncinya bukan melawan otak, tapi menyesuaikan rencana dengan cara berpikir yang lebih ramah bagi sistem kognitifmu. Semakin sadar kamu terhadap jebakan mental ini, semakin besar peluang kariermu berkembang secara berkelanjutan.