Bintang Laut Ternyata Bisa Mengendalikan Ratusan Kakinya Tanpa Otak

Bintang laut dapat mengendalikan ratusan kakinya tanpa otak
Pergerakan bintang laut didasari oleh kaki tabung hidrolik yang memompa cairan untuk memfasilitasi gerakan
Bintang laut mengatur waktu setiap kaki sebagai respons terhadap beban mekanis, menunjukkan strategi tangguh dan terdesentralisasi dalam menavigasi medan yang beragam
Bintang laut dikenal sebagai hewan yang ahli memanjat. Makhluk tak bertulang belakang bercabang banyak ini dapat melewati permukaan vertikal, horizontal, bahkan terbalik. Mereka melakukannya tanpa sistem saraf terpusat, apalagi otak.
Sebuah penelitian baru yang ditulis oleh tim internasional para biologi dan insinyur mengungkapkan bahwa pergerakan bintang laut cukup cerdas, dengan fitur bawaan yang memungkinkan mereka menyesuaikan gerakan secara signifikan tergantung pada tantangan yang dihadapi, meskipun tanpa kendali pusat.
Cara kerjanya
Bagian bawah setiap lengan bintang laut dihiasi dengan barisan kaki tabung hidrolik atau podia. Tabung adalah batang fleksibel dan berotot yang memompa cairan melalui sistem vaskular airnya untuk memfasilitasi pergerakan. Sementara kaki adalah cakram datar dan fleksibel di ujung batang, mengeluarkan lendir lengket kaya protein untuk menempel pada permukaan.
Bintang laut biasa (Asterias rubens) memiliki empat baris kaki tabung di setiap lengan, artinya untuk bergerak, mereka perlu mengoordinasikan ratusan anggota tubuh yang independen.
Peneliti lakukan eksperimen

Secara umum, tubuh yang lebih besar cenderung memiliki kecepatan yang lebih lambat, begitu pula dengan jumlah appendage yang lebih banyak. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Asterias rubens.
Untuk melihat dengan jelas kaki mana yang terlibat dalam pergerakan, para ilmuwan mengukur perubahan cahaya saat bintang laut merayap di atas kaca yang diterangi dan sangat refraktif di laboratorium. Metode ini telah terbukti berguna dalam memvisualisasikan kaki serangga, hewan, dan manusia.
Setiap kali bintang laut menyentuh kaca khusus tersebut, cahaya akan dibiaskan dengan cara yang berbeda, menerangi area kontak dengan titik terang jejak kaki bintang laut.
Bagaimana melakukannya?
Bintang laut merayap dengan kecepatan yang hampir sama terlepas dari berapa banyak kaki tabungnya yang bersentuhan dengan dasar laut, tetapi ketika waktu perekat kaki tabung meningkat, kecepatan merayapnya melambat.
Hal ini menunjukkan bahwa bintang laut mengatur waktu setiap kaki bukan melalui sistem saraf pusat, melainkan dengan mengubah durasi kontak sebagai respons terhadap beban mekanis. Teori ini didukung lebih lanjut dengan memberikan ransel berbobot kepada bintang laut untuk melihat bagaimana usaha tambahan tersebut memengaruhi 'langkah' mereka.
Ransel tersebut menambah beban sebesar 25 atau 50 persen dari berat tubuh total bintang laut. Seperti yang diduga, beban tambahan ini secara signifikan meningkatkan waktu adhesi setiap kaki.
Temuan menunjukkan bahwa bintang laut menyesuaikan lokomosi mereka terhadap tuntutan mekanis yang berubah dengan memodulasi interaksi kaki tabung dengan substrat, mengungkapkan strategi yang tangguh dan terdesentralisasi untuk menavigasi medan yang beragam dan menantang.



















