Bagi banyak orang, naik jabatan masih dianggap puncak pencapaian karier. Gaji lebih besar, posisi lebih tinggi, dan status sosial yang ikut terangkat sering terlihat menggoda. Namun di kalangan Gen Z, pandangan ini mulai bergeser cukup drastis. Jabatan atasan tidak lagi otomatis berarti hidup yang lebih baik.
Gen Z tumbuh dengan kesadaran soal kesehatan mental dan kualitas hidup. Mereka menyaksikan langsung senior yang burnout, pulang malam, dan selalu terikat notifikasi kerja. Dari situ, prioritas kerja Gen Z pun berubah ke arah yang lebih personal dan berkelanjutan. Yuk simak lima alasan kenapa Gen Z gak mau jadi bos dan lebih memilih work-life balance.
