Menjalani karier sebagai individu neurodivergen di dunia kerja konvensional memang memerlukan strategi khusus agar potensi diri tetap bersinar tanpa harus mengorbankan kesehatan mental. Dunia kerja saat ini mulai bergeser ke arah yang lebih inklusif, namun inisiatif untuk menciptakan ruang yang aman sering kali harus dimulai dari pemahaman diri sendiri yang kuat.
Mengenali apa yang menjadi pemicu stres sensorik serta kekuatan unik yang dimiliki adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang di lingkungan profesional. Selain memilih jenis pekerjaan yang tepat, cara kita bernegosiasi mengenai kebutuhan spesifik juga memegang peranan penting dalam keberlanjutan karier.
