Menikah sering dianggap sebagai awal kehidupan yang lebih stabil. Namun, di balik stabilitas itu, ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan, termasuk dalam urusan karier. Tidak lagi hanya memikirkan diri sendiri, seseorang mulai mempertimbangkan pasangan, kondisi finansial bersama, hingga rencana jangka panjang sebagai keluarga. Pada titik ini, karier sering kali tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana awal.
Kompromi tentang karier setelah menikah bukan selalu hal negatif. Kompromi ini bisa menjadi bentuk kedewasaan dan tanggung jawab. Namun, kompromi juga bisa terasa berat jika tidak disadari dan dipahami dengan baik. Banyak keputusan karier diambil bukan karena keinginan pribadi, melainkan demi menjaga keseimbangan rumah tangga. Berikut enam bentuk kompromi karier yang sering dilakukan setelah menikah, tetapi jarang dibicarakan secara terbuka. Yuk, simak!
