Banyak orang mengalami burnout bukan karena lemah menghadapi pekerjaan, tapi karena terus memikul tuntutan yang seakan tidak ada habisnya. Kamu menetapkan target tinggi, lalu merasa bersalah saat progresnya tidak sesuai gambaran di kepala. Lama-lama, kerja terasa seperti perlombaan yang tidak ada garis akhirnya.
Ekspektasi karier yang realistis tetap bisa mendorong kamu bertumbuh, kok. Kuncinya, sesuaikan dengan kapasitas, tanggung jawab, dan fase hidup kamu saat ini. Coba terapkan enam cara berikut agar kamu tetap berkembang dalam karier tanpa cepat burnout.
