5 Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi saat Interview Kerja

- Tidak menguasai pekerjaan yang dilamar
- Tidak bisa menjelaskan tentang pencapaian kamu
- Tidak punya alasan kuat bahwa kamu menginginkan pekerjaan yang dilamar
Job interview atau wawancara kerja bisa jadi saat-saat yang paling mendebarkan untuk dilewati, apalagi bagi kamu yang baru pertama kali. Diperlukan kesiapan fisik dan mental yang prima untuk dapat melewati wawancara kerja dengan baik.
Dalam sebuah sesi wawancara, seringkali disebutkan tiga pertanyaan penting oleh pewawancara, yaitu kemampuan pelamar dalam pekerjaan yang dilamar, keinginan dan minat untuk bekerja dibidang yang dilamar, dan kesesuaian pelamar untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
Sekalipun sudah mempersiapkan jawaban-jawaban yang mantap, rasa grogi seringkali membuyarkan ingatan. Bukannya memberikan jawaban yang tepat dan meyakinkan, kamu mungkin justru melakukan kekeliruan sehingga menghilangkan kesempatan untuk bisa diterima bekerja.
Nah, agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan fatal, simaklah beberapa kesalahan yang sering terjadi saat wawancara berikut ini.
1. Tidak menguasai pekerjaan yang dilamar

Sebaiknya pastikan bahwa kamu paham dan mengetahui dengan benar segala informasi tentang perusahaan yang kamu lamar. Terutama, perihal jabatan atau bidang pekerjaan yang kamu lamar tersebut.
Sekarang ini segala bentuk informasi sangat mudah diakses. Kamu bisa mengunjungi situs resmi dari perusahaan yang akan kamu lamar dan mempelajari keterangan-keterangan yang ada di sana. Selain itu, kamu juga dapat memperoleh informasi dari kenalan yang mungkin bekerja di kantor tersebut.
Jika perlu, ajukan pertanyaan-pertanyaan cerdas untuk memperjelas posisi, hak, dan kewajiban kamu. Tunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang aktif dan mampu memberikan kontribusi. Tanyakan pula tentang jenjang karir yang tersedia, khususnya pada posisi yang kamu lamar.
2. Tidak bisa menjelaskan tentang pencapaian kamu

Dalam sesi wawancara, jangan hanya menceritakan tentang pengalaman dan keterampilan yang kamu miliki tanpa adanya bukti nyata. Kamu juga harus menceritakan pada pewawancara perihal pengaplikasian keterampilan yang kamu miliki hingga akhirnya dapat mencapai sebuah hasil tertentu.
Tapi ingat, pastikan kamu menceritakan pencapaian yang benar dan nyata. Jangan sekali-kali berbohong demi terlihat berprestasi, karena hal tersebut akan jadi masalah di kemudian hari.
3. Tidak punya alasan kuat bahwa kamu menginginkan pekerjaan yang dilamar

Jika kamu terlihat tidak antusias dalam menjalani proses wawancara, maka bisa dipastikan bahwa kamu akan kehilangan kesempatan kerja tersebut. Kamu harus benar-benar meyakinkan si pewawancara bahwa perusahaan dan pekerjaan tersebut memang benar-benar menjadi keinginan dan bahkan impianmu.
Ceritakan pula bagaimana latar belakang kamu yang tentunya disesuaikan dengan bidang pekerjaan tersebut. Namun, usahakan untuk menjawab pertanyaan secara jujur, tidak dibuat-buat dan tidak berlebihan.
Ingatlah bahwa bahasa tubuh yang negatif akan bertentangan dengan hal-hal positif yang keluar dari mulut. Mantapkan penampilan kamu lewat cara duduk, cara berjalan, dan cara menjawab pertanyaan yang meyakinkan. Usahakan untuk berlatih terlebih dahulu di rumah agar meminimalisir kemungkinan kesalahan saat wawancara yang sesungguhnya.
4. Bertindak tidak professional

Beberapa hal yang membuat kamu terlihat tidak professional adalah ketika telepon genggam berbunyi saat wawancara, berpakaian tidak rapi, atau mengkritik manager dan rekan kerja di perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya.
Tidak akan berdampak baik, hal tersebut justru harus dihindari. Jangan sampai pewawancara malah memberikan penilaian negatif atas apa yang kamu sampaikan.
5. Tidak menindaklanjuti hasil wawancara

Salah satu kesalahan yang akan mengurangi poin nilai kamu adalah tidak mengucapkan terima kasih kepada si pewawancara setelah selesai proses wawancara. Lebih parah lagi jika kamu tidak menindaklanjuti hasil wawancara.
Maksudnya, jika ternyata tak kunjung ada kabar dari perusahaan tersebut, berusahalah untuk lebih inisiatif menghubungi terlebih dahulu demi menunjukkan komitmen kamu terhadap pekerjaan tersebut. Hal ini juga untuk meyakinkan bahwa kamu memang benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut.
Nah, itu tadi lima kesalahan fatal yang seringkali terjadi saat wawancara kerja. Sayangnya, hal-hal di atas justru dianggap sepele dan tidak jadi perhatian. Duh, pastikan kamu tidak terjebak pada kesalahan-kesalahan tersebut saat wawancara kerja nanti, ya!


















