Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Harapan Sederhana Para Pekerja, Atasan dan Keluarga Kudu Tahu

6 Harapan Sederhana Para Pekerja, Atasan dan Keluarga Kudu Tahu
ilustrasi suasana kantor (pexels.com/Edmond Dantès)

Harapan tentu bersifat pribadi sehingga antar orang dapat berbeda-beda. Demikian pula dalam kaitannya dengan pekerjaan. Ada orang yang punya terlalu banyak keinginan sampai menyulitkan pemberi kerja.

Namun, secara umum ada sejumlah harapan sederhana yang relatif sama di antara mereka yang bekerja. Terpenuhinya harapan itu meningkatkan kualitas hidup mereka dan sebaliknya, kalau gak tercapai bisa bikin menderita bahkan celaka. Atasan, keluarga, bahkan pemerintah perlu peduli dengan enam harapan sederhana para pekerja berikut ini.

1. Berangkat dan pulang dengan selamat

ilustrasi di stasiun (pexels.com/Laura James)
ilustrasi di stasiun (pexels.com/Laura James)

Pergi meninggalkan rumah setiap hari untuk bekerja tidak semudah kelihatannya. Rumah adalah tempat yang paling aman bagi penghuninya. Sementara itu, di luar sana ada begitu banyak bahaya yang mengintai.

Mulai dari penjambretan, begal, kecelakaan, sampai pelecehan seksual. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nanti sekalipun semua orang sudah berusaha untuk berhati-hati dalam perjalanan. Maka dari itu, harapan utama orang-orang yang bekerja di luar rumah ialah selamat ketika berangkat dan pulang.

Membawa kendaraan pribadi maupun menggunakan kendaraan umum sama-sama ada risikonya. Para pejuang nafkah selalu mengharapkan pemerintah serta aparat terkait mampu meningkatkan keamanan di jalan raya. Terlebih bagi mereka yang masih berada di jalan hingga larut malam.

2. Hasil kerjanya dihargai

ilustrasi suasana kantor (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi suasana kantor (pexels.com/Yan Krukau)

Ada dua pihak yang diharapkan mampu menghargai hasil kerjanya. Pertama, pemberi kerja yang bisa berarti atasan maupun klien. Jangan sampai hasil kerja susah payah selalu dicela padahal mereka telah berusaha mengerjakannya sebaik mungkin.

Kedua, keluarga mereka sendiri atau orang-orang yang dinafkahi. Bekerja setiap hari selama bertahun-tahun merupakan aktivitas yang melelahkan. Rasanya sedih sekali kalau hasil dari usaha sekeras itu tidak memperoleh apresiasi yang pantas dari orang-orang terdekat. Biasanya, terkait pendapatan atau karya yang dihasilkan.

Baik penghargaan dari pemberi kerja maupun keluarga sama pentingnya. Ketiadaan salah satu di antaranya bisa membuat kerja keras mereka terasa sia-sia. Mereka dapat kehilangan semangat dalam bekerja.

3. Penghasilan layak dan sesuai kesepakatan

ilustrasi karyawan memegang uang (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi karyawan memegang uang (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Bekerja di bidang apa pun bertujuan untuk mencari nafkah. Oleh karena itu, hitung-hitungan pendapatan menjadi amat penting dan berpengaruh besar pada kebahagiaan orang yang bekerja. Penghasilan yang tidak layak cuma bikin mereka capek tanpa bisa meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga.

Selain besar pendapatan minimal mesti sesuai dengan kebutuhan dasar hidup, kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat juga gak boleh dilanggar seenaknya. Misalnya, tentang waktu pembayarannya. Kalau pembayaran sering mundur dari perjanjian, orang tentu merasa cemas bahkan marah.

Selagi penghasilan tertahan, kebutuhan hidup mereka terus mengalir. Pemberi kerja tidak boleh mengabaikan hak-hak pekerja seakan-akan mereka gak butuh makan. Selama pendapatan memadai dan dibayarkan tepat waktu, kebanyakan orang tak akan repot-repot mencari pekerjaan yang lain.

4. Beban fisik serta psikis tidak terlalu besar

ilustrasi suasana kantor (pexels.com/Alena Darmel)
ilustrasi suasana kantor (pexels.com/Alena Darmel)

Bekerja apa saja memang melelahkan baik secara fisik maupun psikis. Namun demikian, beban ini harus masih dalam batas yang wajar dan mampu ditanggung. Lembur sesekali gak masalah karena mereka juga mendapatkan penghasilan ekstra.

Akan tetapi, lembur terus-menerus akan mengganggu kehidupan para pekerja. Kesehatan fisik dan psikis pasti terganggu disebabkan kelelahan yang bertubi-tubi. Jika beban terlampau besar, orang ingin menyerah demi menyelamatkan dirinya.

Resign pun menjadi pilihan yang tak terhindarkan daripada mereka gak kuat menanggung beban sebesar itu. Berapa pun pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut, sebagian besar pekerja akhirnya tetap memprioritaskan kesehatan jasmani serta mental mereka. Lebih baik mereka memperoleh penghasilan yang lebih kecil asalkan enjoy dalam bekerja.

5. Atasan dan teman yang baik

ilustrasi suasana kantor (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi suasana kantor (pexels.com/Kampus Production)

Bekerja bukan hanya tentang berbagai proyek dan dokumen. Bekerja juga mengenai menemukan keluarga baru. Lingkungan kerja yang menyenangkan bikin orang lebih betah dan mampu bekerja dengan gembira. 

Hubungan yang diharapkan dengan atasan adalah tidak terlalu kaku dan berjarak. Sementara itu, hubungan dengan teman kerja yang ideal ialah gak terlampau kompetitif sehingga lebih memungkinkan untuk saling membantu serta bekerja sama. Apabila lingkungan kerja menyenangkan, orang cenderung sudah puas meski pendapatannya sedang-sedang saja.

Pertemuan dengan rekan-rekan kerja telah memberikan kebahagiaan. Ini bisa dipandang sebagai bentuk lain gaji yang belum tentu dirasakan bila mereka bekerja di tempat berbeda. Hubungan yang baik dengan orang-orang di kantor sangat mengurangi tingkat stres pekerja.

6. Pekerjaannya bermanfaat buat banyak orang

ilustrasi seorang peneliti (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi seorang peneliti (pexels.com/Pixabay)

Meski beda tingkatannya, semua orang pada dasarnya ingin dapat bermanfaat bagi sesamanya. Bekerja semata-mata buat memenuhi kebutuhan sendiri bisa cepat menghilangkan motivasi kerja. Contohnya, ketika kekayaan mulai menumpuk, orang menjadi lebih malas.

Namun, jika pekerjaannya berdampak luas bagi kehidupan, semangat untuk bekerja akan lebih terjaga. Bekerja tidak lagi cuma buat mencari uang, melainkan juga bentuk dari pengabdian. Manfaat yang mereka berikan juga bisa menjadi bekal untuk kehidupan yang abadi bagi orang yang memercayainya.

Tahu diri mereka bermanfaat untuk orang banyak juga memperbaiki konsep diri. Mereka terhindar dari perasaan minder pada orang dengan pekerjaan lain. Mereka pun akan lebih total dalam bekerja dengan mengingat manfaat hasil kerjanya nanti.

Kebahagiaan akan tercipta apabila harapan-harapan di atas terwujud. Di samping masing-masing orang bertanggung jawab untuk mengendalikan serta mewujudkan harapannya, peran berbagai pihak juga diperlukan. Para pekerja bisa merasa hopeless kalau harapannya gak dipedulikan oleh pihak-pihak terkait.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Marliana Kuswanti
EditorMarliana Kuswanti
Follow Us