Di banyak budaya kerja, pindah karier sering kali dipandang sebagai langkah yang tidak konsisten. Seseorang yang terlalu sering berganti jalur dianggap belum menemukan jati diri, kurang loyal, atau bahkan gagal bertahan. Padahal, realitas dunia kerja modern justru menunjukkan sebaliknya.
Perubahan industri yang cepat, kemunculan profesi baru, serta pergeseran nilai hidup membuat karier tidak lagi harus berjalan lurus dari titik A ke titik B. Pindah karier bukan selalu tentang lari dari masalah, melainkan bisa menjadi tanda bahwa seseorang bertumbuh, mengenal dirinya lebih dalam, dan berani mengambil keputusan sadar untuk hidup yang lebih selaras. Berikut tujuh alasan pindah karier tidak layak dicap sebagai kegagalan.
