ilustrasi AI trainer (pexels.com/Matheus Bertelli)
AI Trainer dan Data Annotator menawarkan ritme kerja yang berbeda. AI Trainer lebih banyak membaca, menilai, dan memperbaiki jawaban. Data Annotator lebih sering berhadapan dengan data dalam jumlah besar dan aturan tetap.
Pilihan peran tidak soal mana yang lebih bergengsi. Kecocokan justru terlihat dari aktivitas harian yang dijalani. Ada orang yang betah dengan tugas detail berulang, ada pula yang lebih nyaman menilai dan memperbaiki. Perbedaannya baru terasa setelah benar-benar dikerjakan.
AI Trainer vs Data Annotator sering terdengar mirip, tetapi job desk-nya berjalan di jalur yang berbeda. Satu peran berhadapan langsung dengan jawaban AI yang dibaca manusia, sementara peran lain memastikan data tidak salah sejak awal. Memahami perbedaannya membantu melihat dunia kerja AI secara lebih realistis. Setelah membaca gambaran kerjanya, pekerjaan mana yang terasa paling masuk akal untuk kamu coba geluti?