Mengajukan resign bukan keputusan impulsif yang lahir dalam semalam. Biasanya ada proses panjang penuh pertimbangan, evaluasi diri, dan diskusi internal sebelum surat pengunduran diri benar-benar diajukan. Namun, situasi sering berubah ketika perusahaan tiba-tiba menawarkan counter offer dengan gaji lebih tinggi atau posisi yang terdengar lebih menarik.
Di momen seperti ini, emosi bisa campur aduk antara merasa dihargai dan ragu terhadap keputusan awal. Tawaran baru memang terdengar menggiurkan, apalagi jika nominalnya signifikan. Namun, menerima counter offer tanpa pertimbangan matang bisa menimbulkan konsekuensi jangka panjang. Yuk, telaah dulu alasan-alasan penting sebelum memutuskan menerima tawaran tersebut!
