5 Alasan Jangan Buru-buru Resign meski Kantor sedang Banyak PHK

- Artikel menyoroti pentingnya tidak terburu-buru resign saat perusahaan melakukan PHK, karena masih ada peluang mendapatkan pesangon dan manfaat finansial lainnya jika tetap bertahan.
- Bertahan juga bisa menunjukkan bahwa peran karyawan masih dibutuhkan, memberi kesempatan memperkuat performa serta membangun kepercayaan diri di tengah situasi kerja yang tidak pasti.
- Selain itu, keputusan untuk pindah kerja sebaiknya dilakukan dengan perencanaan matang agar langkah karier berikutnya lebih aman, terarah, dan minim risiko.
Kabar soal pengurangan karyawan sering kali membuat kondisi kerja terasa kurang nyaman dan memunculkan kekhawatiran. Satu per satu rekan terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sebagian memilih resign, sementara statusmu sendiri mungkin masih belum jelas. Dalam keadaan tak pasti seperti ini, keinginan untuk ikut mengundurkan diri bisa muncul karena rasa khawatir menghadapi kemungkinan berikutnya.
Namun, keputusan resign di tengah situasi tersebut tidak selalu menjadi langkah paling aman. Ada peluang finansial dan kesempatan lain yang bisa terlewat jika resign dilakukan secara terburu-buru. Di bawah ini beberapa alasan mengapa tetap berada di posisi saat ini justru bisa menjadi pilihan yang lebih bijak. Yuk, simak!
1. Peluang mendapatkan uang pesangon jika masuk daftar PHK

Masih berada di perusahaan akan memberi peluang untuk memperoleh hak pesangon jika akhirnya masuk daftar PHK. Nilainya sering kali cukup untuk menopang kebutuhan beberapa bulan ke depan. Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, dana tersebut bisa menjadi penyelamat.
Jika resign lebih dulu, peluang finansial itu biasanya hilang. Seluruh kebutuhan harus ditopang dari dana pribadi tanpa kompensasi tambahan. Menunggu dengan perhitungan matang dapat menjaga kemungkinan itu tetap terbuka.
2. Jika lolos dari PHK bisa jadi tanda peranmu masih dibutuhkan

Tidak semua yang lolos PHK semata-mata soal keberuntungan. Posisi yang dijalankan mungkin tetap dianggap penting, hanya saja perusahaan perlu efisiensi dalam peran tersebut. Hal ini bisa menjadi sinyal bahwa kontribusi selama ini masih dihargai.
Melihat situasi dari perspektif ini membantu menjaga rasa percaya diri terhadap tanggung jawab pekerjaan sehari-hari. Kesempatan memperkuat performa tetap ada meski suasana di sekitar sedang kurang kondusif. Dari situ, peluang pengembangan diri bisa muncul kembali tanpa harus terburu-buru pindah ke perusahaan lain.
3. Perusahaan baru belum tentu lebih aman

Meski sudah mendapat pekerjaan baru, stabilitas perusahaan tersebut belum bisa dijamin. Kondisi finansial atau kebijakan internal bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga posisi baru bisa menghadapi ketidakpastian. Pindah terlalu cepat tanpa pertimbangan matang berisiko membuat langkah karier berikutnya lebih sulit.
Masih berada di perusahaan lama memberi waktu untuk menilai situasi dengan lebih jelas. Pengalaman dan relasi kerja yang sudah terbangun bisa dimanfaatkan jika memutuskan mencoba peluang baru. Dengan begitu, keputusan karier bisa diambil lebih matang dan risiko lebih terkontrol.
4. Memberi waktu untuk menyusun rencana karier berikutnya

Keputusan besar sebaiknya tidak diambil dari kepanikan atau dorongan emosi sesaat. Saat kondisi perusahaan sedang goyah, logika mudah tertutup oleh rasa cemas atau takut kehilangan pekerjaan. Merencanakan arah karier jangka panjang dengan matang penting agar langkah berikutnya lebih terukur.
Selama masih berada di posisi saat ini, kesempatan membangun dan memperkuat relasi profesional tetap terbuka. Hubungan dengan atasan maupun rekan kerja bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi, insight, atau rekomendasi yang berguna. Waktu yang ada memungkinkan menyiapkan strategi karier berikutnya dengan lebih jelas dan terarah.
5. Kondisi perusahaan belum tentu berakhir buruk

PHK memang menjadi tanda adanya penyesuaian besar dalam perusahaan, tetapi bukan berarti operasional akan berhenti sepenuhnya. Kadang, pengurangan karyawan dilakukan untuk menyeimbangkan biaya dan menjaga keberlangsungan bisnis. Setelah kondisi kembali berangsur baik, situasi perusahaan justru bisa memberi peluang berkembang kembali.
Memberi waktu untuk mengamati perkembangan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang arah perusahaan. Jika keadaan membaik, posisi yang tersisa tidak hanya aman tetapi juga berpotensi memberi ruang lebih luas untuk pengembangan karier. Kondisi ini memungkinkan fokus pada peningkatan kemampuan dan kontribusi secara maksimal.
Memilih tetap fokus di tengah ketidakpastian memang membutuhkan pikiran yang jernih. Menimbang setiap langkah dengan logika membantu menghindari kerugian atau penyesalan di kemudian hari. Fokus pada pekerjaan saat ini sambil memperhatikan peluang yang muncul membuat langkah berikutnya lebih terukur dan bijak.


















