TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Tips Merantau tanpa Beban, Jangan Minder dengan asalmu!

Jangan minder meski kamu datang dari daerah

ilustrasi perantau (pexels.com/alleksana)

Keputusan merantau dapat menjadi titik awal dari perjalanan kesuksesanmu. Sebagian orang merantau hanya untuk melanjutkan pendidikan. Akan tetapi, banyak yang akhirnya meneruskan perantauannya guna bekerja dan mencapai keberhasilan sebagai pribadi dewasa yang mandiri.

Ada banyak tantangan dalam perantauan, tentu kamu butuh tips merantau untuk menjalaninya. Sebaiknya, dirimu tak membebani diri dengan lima hal berikut. Dibikin santai tetapi tetap serius, ya!

1. Tak perlu menetapkan target muluk-muluk sebelum tahu medan perjuanganmu

ilustrasi perantau (pexels.com/MART PRODUCTION)

Selama di kampung halaman, kamu hanya bisa membayangkan suasana kota yang akan menjadi tempatmu merantau. Kenyataannya boleh jadi tak sama dengan bayanganmu. Target muluk yang ditetapkan di awal cuma mempersulit kamu ketika mendapati kondisi perantauan yang jauh lebih keras.

Mewujudkan target setinggi itu menjadi amat sulit, apalagi kalau dalam waktu singkat. Sedang kegagalanmu mencapainya menimbulkan rasa bersalah yang kuat. Lain apabila kamu menetapkan target yang umum saja.

Seperti bisa hidup mandiri dulu. Ini lebih mudah dicapai dan gak terlalu membebanimu. Perkara kapan kamu bisa mengirim uang untuk keluarga di rumah, jadikan sebagai target berikutnya selepas dirimu mampu beradaptasi dengan baik di rantau serta benar-benar mandiri.

2. Jangan malu dan minder dalam pergaulan meski kamu datang dari pelosok daerah

ilustrasi perantau (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Orang bisa merantau dari mana dan ke mana saja. Namun umumnya, orang merantau dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota yang lebih besar. Hal ini dimaksudkan buat meningkatkan peluang kesuksesan karena di kota besar berbagai kesempatan terbuka lebih lebar.

Hanya saja, asal daerah juga dapat membuatmu merasa kurang percaya diri. Kamu khawatir disebut udik atau kampungan, entah karena penampilanmu atau keterbatasan pengetahuanmu ketika pertama kali tiba di tanah rantau.

Kalaupun itu benar, tak banyak yang kamu tahu tentang kehidupan perkotaan, jagalah kepercayaan dirimu. Ingat bahwa perlahan tapi pasti kamu bakal mampu menyesuaikan diri. Pilih teman-teman yang tidak menghinamu dan justru mau mengajarimu ini itu. Bagus pula kalau kamu menemukan perkumpulan perantau dari daerah yang sama denganmu.

Baca Juga: 5 Sisi Positif Merantau Jauh dari Orangtua, Tempa Kemandirian

3. Hubungi keluarga di kampung halaman kapan pun kamu kangen

ilustrasi perantau (pexels.com/cottonbro)

Berapa pun usiamu dan apa pun jenis kelaminmu, kangen adalah perasaan yang manusiawi sekali. Kamu terbiasa bertemu dengan orangtua serta saudara-saudara. Sejak bangun tidur sampai tidur lagi kalian nyaris tak terpisahkan.

Namun kini, kalian berjumpa setahun sekali pun belum tentu karena tiket pulang dan kembalimu barangkali lumayan besar. Sebagai pengobat rindu dan pembangkit semangat, tak ada salahnya untukmu lebih sering menghubungi keluarga di kampung halaman. Rasa rindu jangan dipendam terus atau kamu akan seperti layang-layang putus.

4. Tidak perlu berbohong soal pencapaianmu di perantauan demi membanggakan orangtua

ilustrasi perantau (pexels.com/MART PRODUCTION)

Pastinya orangtua berharap kamu berhasil di tanah orang. Sebaliknya, kegagalanmu juga akan membuat mereka bersedih. Namun, ini bukan artinya kamu perlu memalsukan pencapaianmu. Tetaplah bersikap apa adanya agar mereka juga mengerti bahwa kamu masih berproses dalam mewujudkan mimpi.

Tak perlu bergaya dengan pulang kampung pakai mobil baru kalau ternyata itu cuma pinjaman. Niat hati unjuk keberhasilan, kenyataannya kamu pusing soal biaya sewanya yang membengkak saat kembali ke kota. Keluarga yang baik dan suportif pasti menerimamu tanpa embel-embel kesuksesan apa pun.

Baca Juga: 5 Tips Kuatkan Hati Ditinggal Pacar Nikah saat Kamu Merantau

Verified Writer

Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya