TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Tips Membuat CV Bahasa Inggris yang Harus Kamu Tahu

#MillennialsBerkarire Bisa jadi nilai tambah buat kamu lho

stokpic.com/Ed Gregory

Di era global ini, kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat penting termasuk dalam pekerjaan. Coba kamu perhatikan, syarat lowongan-lowongan kerja yang sebagian besar mencantumkan kemampuan Bahasa Inggris. Oleh sebab itu sangat penting bagimu untuk menyertakan Curriculum Vitae (CV)  dalam Bahasa Inggris karena selain membuktikan bahwa kamu memenuhi persyaratan kerja di perusahaan yang kamu lamar, CV tersebut juga memberikan kamu peluang lebih besar untuk dilirik perusahaan.

Namun sebelum kamu mengirimkan CV ke perusahaan yang kamu tuju, ada baiknya kamu simak beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membuat CV dengan Bahasa Inggris.

1. Secara umum, CV gunakanlah kalimat past tense

pixabay.com/geralt

Berbeda dengan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris memiliki pola kalimat yang berbeda untuk mendeskripsikan kejadian dengan waktu yang berbeda. Diantaranya terdapat pola kalimat untuk masa sekarang (present), masa lampau (past tense), dan masa depan (future).

Secara umum, penulisan CV dalam Bahasa Inggris menggunakan kalimat past tense karena pengalaman tersebut merupakan kejadian lampau. Namun jika kamu masih bekerja sampai saat ini ketika mengirimkan CV mu maka boleh menggunakan kalimat present tense.

Contohnya adalah

“Maintained the company database.”

Contoh tersebut lebih baik daripada jika kamu menulisnya dengan

“Maintain the company database.”

2. Jangan gunakan subjek ‘I’ untuk kesan yang lebih kuat

burst.shopify.com/Sarah Pflug

CV yang baik hanya terdiri 1-2 halaman yang  memiliki isi singkat, pada, dan jelas. Menggunakan subjek ‘I’ pada CV membuat CV-mu terkesan bertele-tele dan memiliki makna yang kurang kuat.\

Contohnya adalah

“Directed and trained a sales team that surpassed their targets.”

Contoh tersebut lebih terkesan elegan dan kuat dibandingkan dengan

“I was in charge of a sales team that hit all its targets.”

3. Posisikan kolom pengalaman kerjamu sebelum pendidikan

Pexels/rawpixel

Di negara-negara yang berbahasa Inggris, penempatan pengalaman kerja (work experience) ditempatkan lebih dulu sebelum pendidikan (education). Hal tersebut karena perusahaan ingin melihat bagaimana pengalaman langsung kamu dalam bekerja, apa saja yang kamu lakukan, dan apa saja yang sudah kamu capai. Pengalaman kerja bisa juga kamu ganti dengan pengalaman magang atau organisasi.

4. Kamu harus tahu kapan menggunakan bentuk tunggal atau jamak (singular/plural)

Pexels/burst

Bentuk tunggal (singular) bisa diterapkan misalnya ketika kamu menggunakan kata ganti untuk perusahaanmu sebelumnya. Terlepas dari beberapun jumlah karyawannya, pada intinya kamu bekerja di satu perusahaan. Maka kata yang tepat adalah, “part of its team” dan bukannya “part of their team”.

Contoh lainnya adalah penggunaan kata experience. Kata tersebut bermakna singular  jika kamu terapkan dalam jenis kalimat seperti di bawah ini.

5. Perhatikan penulisan gelar pendidikan dan jabatan

Pixabay/Olichel

Gelar Bahasa Indonesia tidak selalu sama persis artinya dengan Bahasa Inggris. Misalnya kamu yang lulusan sastra tidak selalu bergelar Bachelor of Literature. Bisa juga kamu bergelar Bachelor of Arts atau Bachelor of Humanity. Bisa juga kamu yang lulusan komunikasi atau ilmu politik memiliki gelar Bahasa Inggris menjadi Bachelor of Social Science.

Begitupun dengan jabatan atau posisi dari pengalaman kerja dan organisasimu. Misalnya saja bagian yang menyangkut humas yang dalam Bahasa Inggris bisa disebut sebagai public relation, community relation, government relation, dsb.

6. Perhatikan ejaan dan tanda baca

Pixabay/blickpixel

Sebelum kamu mengirimkan CV mu, pastikan kamu mengecek isinya sekali lagi. Perhatikan setiap ejaannya dan penempatan tanda baca karena dalam Bahasa Inggris, tanda baca bisa memiliki banyak makna, seperti keterangan kepemilikan, waktu, dan kuantitas.

Verified Writer

Melisa Camalia

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya