TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Skill yang Perlu Dikuasai Karyawan Agar Bisa Adaptif Saat Krisis

Yuk, tetap produktif dan kreatif

Pexels.com/Edward Jenner

Akhir-akhir ini, persaingan di dunia kerja membuat semua orang makin kesulitan. Tantangan dan rintangan semakin kompleks, apalagi di tengah wabah COVID-19 yang sedang berlangsung. Selain kemampuan dalam memanfaatkan teknologi, seorang karyawan dituntut untuk bisa adaptif dan tetap produktif menghadapi krisis dalam pekerjaan. 

Sedikit berbeda dengan karyawan berpengalaman, seorang fresh graduate membutuhkan energi lebih banyak untuk ikut beradaptasi dengan situasi karier yang tidak stabil saat wabah pandemik. Untuk itu, mulailah untuk mengasah skill yang dapat menunjang saat krisis berlangsung. Berikut beberapa skill yang perlu diasah bagi seorang karyawan. 

1. Kemampuan mengelola kecerdasan emosional

Pexels/Fauxels

Meskipun teknologi sudah berkembang pesat dan kecerdasan buatan semakin canggih, namun ini tidak bisa dibandingkan dengan kecerdasan emosional manusia. Dalam dunia kerja, penting sekali untuk mengelola kecerdasan emosional agar bisa lebih baik saat berhubungan dengan orang lain. Mental seorang karyawan tetap harus mengedepankan sikap manusiawi saat bekerja.

Kemampuan dalam berkomunikasi, berempati terhadap rekan kerja dan cerdas membaca situasi penyebab krisis dalam pekerjaan sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Kecerdasan emosional yang tepat akan menghasilkan pikiran dan tindakan yang baik dalam mengatasi krisis. 

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan untuk Meningkatkan Skill Leadership

2. Kemampuan menggunakan kecerdasan budaya

Pexels.com/Fauxels

Tak penting seberapa sulit krisis yang melanda dunia karier akibat wabah COVID-19, seorang karyawan tetap harus pandai membaca peluang. Strategi bisnis lainnya adalah memanfaatkan kecerdasan budaya untuk membaca karakter manusia, budaya, minat, bahasa, dan cara hidup yang bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis. 

Kecerdasan budaya mampu mengubah pola pikir manusia agar bisa berpikir secara global. Hal ini perlu diasah dengan baik agar lebih lihai dalam membaca kebutuhan sumber daya manusia, sumber daya alam, kebutuhan pasar hingga keinginan orang banyak yang membantu dalam pengembangan perusahaan. 

3. Kemampuan berkolaborasi dengan lawan

Pexels/Fauxels

Kemampuan berkolaborasi dengan lawan merupakan strategi yang kini banyak digunakan oleh semua pengusaha. Bekerja sama dengan lawan bukan hal yang merugikan perusahaan, namun bisa saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Apapun kesulitan di tengah wabah virus COVID-19 bisa teratasi dengan saling bahu-membahu. 

Seorang karyawan perlu mengasah kemampuan dalam berkolaborasi agar bisa mengatasi krisis dengan cara yang tepat. Meskipun lingkungan sangat kompetitif, kamu tetap harus mengejar karier dengan kemampuan berkolaborasi dan bernegoisasi.

4. Kemampuan berpikir adaptif, solutif dan kreatif

Pexels.com/Andrea Piacquadio

Dalam tantangan karier ke depannya, pemikiran kreatif dan adaptif sangat dibutuhkan. Teknologi dan gaya hidup manusia yang berubah dengan pesat perlu diimbangi dengan ide-ide kreatif, tindakan yang adaptif dan hasil yang solutif. Pemikiran yang adaptif bisa digunakan untuk menghadapi perubahan ekonomi yang terjadi. 

Tak peduli seberapa sulitnya menyelesaikan krisis dalam pekerjaan, seorang karyawan hanya perlu mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan, dan berpikir cerdas agar kariernya aman. Mengasah kemampuan berpikir ini yang sekarang perlu diperhatikan. 

Baca Juga: 5 Kerugian Akibat Tidak Meningkatkan Soft Skill di Masa Muda

Verified Writer

Nurul Aulia

Ketika dia sedang tidak menulis, kamu akan menemukan dia sedang sibuk rebahan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya