- Tidak pernah merasa puas dengan hasil kerja
- Memiliki emosi yang berlebihan dan melupakan batas etika profesional
- Menaruh fokus berlebih pada perkembangan pekerjaan
- Memiliki keingintahuan yang tinggi di mana timnya berada dan apa yang sedang dikerjakan. Padahal, pengawasan yang terus-menerus dapat membuat karyawan merasa tidak dihargai dan tidak dipercaya. Demikian yang ditulis oleh pengajar senior dalam bidang administrasi bisnis, Saima Ahmad, PhD and Melissa Wheeler, PhD kepada Psychology Today.
- Menuntut update terus-menerus
Apa Arti Micromanaging? Ini yang Kamu Perlu Tahu!

- Pengertian mengenai micromanage
- Atasan memberikan pengamatan berlebih dan kontrol detail
- Berakar dari ketakutan kehilangan kendali atau kurangnya kepercayaan pada tim
- Mempengaruhi kemampuan mendelegasikan tugas
- Ciri-ciri micromanage
- Tidak pernah puas dengan hasil kerja
- Emosi berlebih dan fokus pada perkembangan pekerjaan
- Menuntut update terus-menerus
Setiap orang pasti memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Hal ini pastinya akan berdampak pada kinerja karyawan maupun hasil pekerjaan. Salah satu gaya kepemimpinan yang cukup dikenal adalah micromanaging.
Micromanaging menjadi hal yang identik dengan kontrol berlebih dari atasan. Berikut ini penjelasan mengenai micromanaging dan ciri serta dampaknya.
1. Pengertian mengenai micromanage

Micromanage adalah gaya kepemimpinan di mana seorang atasan akan memberikan pengamatan berlebih terhadap bawahannya. Hal ini membuat atasan terlihat memiliki kontrol berlebihan dan menuntut hingga detail terkecil. Dalam Psychology Today disebutkan, micromanagent sering kali berakar dari ketakutan pemimpin akan kehilangan kendali, kurangnya kepercayaan pada tim, atau kekhawatiran akan kemampuannya sendiri. Hal ini akan membuat kemampuan mendelegasikan tugas terpengaruh.
Contoh dari sistem ini ialah ketika kamu diberikan sebuah pekerjaan yang mana atasan akan menjelaskan detail pekerjaan tersebut dan memberikan waktu. Namun, dia akan memperhatikan detail pekerjaan dan menuntut perkembangan yang merinci tanpa memberikan bantuan.
2. Ciri-ciri micromanage

Seseorang yang memiliki sifat micromanage akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
3. Kekurangan dan kelebihan

Kelebihan sistem ini adalah membantu membangun kedisiplinan dan keteraturan di kalangan karyawan. Terutama bagi pegawai yang baru onboarding, hal ini memudahkan mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru.
Kekurangan sistem ini adalah dapat mengganggu fokus dan kesejahteraan psikologis pekerja. Selain itu, tidak ada parameter yang jelas untuk menilai keberhasilan, yang mana menyebabkan kesulitan dalam evaluasi kinerja. Pada perusahaan yang lebih besar, kontrol berlebihan malah menghambat kinerja dan meningkatkan turnover rate.
Nah, itulah penjelasan mengenai sistem micromanaging. Semoga membantu!
Penulis: Dara Mardotilah



















