Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Atur Pekerjaan selama WFH di Bulan Ramadan
ilustrasi bekerja dari rumah (pexels.com/Tim Samuel)

  • Pekerjaan sulit digarap di pagi hari

  • Sore sudah gak fokus, akhiri waktu kerja lebih awal

  • Habis Tarawih bisa lanjut bekerja, tapi jangan bergadang

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekerja di bulan Ramadan tentu lebih menantang daripada di bulan-bulan biasa. Energimu terbatas, tetapi tumpukan pekerjaan tetap sama. Tuntutan profesionalitasnya juga tidak berkurang.

Bedanya, kamu bisa bekerja dari rumah selama Ramadan atau memang sudah setiap hari begitu. Kelihatannya enak, tetapi WFH dalam keadaan berpuasa juga ada tantangannya. Bukan panas di luar yang bikin energi mudah habis.

Namun, rasa kantuk kian kuat karena suasana jauh lebih nyaman daripada di kantor. Pekerjaanmu perlu dikelola supaya tetap beres sesuai jatah waktu masing-masing. Gunakan strategi atur pekerjaan selama WFH di bulan Ramadan agar puasa tak menjadi alasan produktivitasmu terganggu. Baik ibadah puasa maupun pekerjaan harus sama-sama berjalan lancar.

1. Pekerjaan yang sulit digarap di pagi hari

ilustrasi bekerja dari rumah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Bulan puasa dan WFH bukan berarti kamu lantas bebas bangun siang. Ingat, dirimu tetap harus bekerja sesuai waktunya. Jangan sampai sebenarnya masih hari kerja, tetapi kamu menganggapnya seperti hari libur.

Meski dirimu sempat tidur lagi sehabis sahur atau salat Subuh, jangan sampai bangun kesiangan. Tentukan jam kerjamu. Misal, jam 07.00 atau 08.00 kamu sudah harus dalam posisi siap bekerja. Jangan terlalu siang sebab energi pasti makin tipis.

Taruh tugas-tugas yang lebih sulit di awal waktu kerja. Pikiranmu masih mudah difokuskan pada pekerjaan. Tambah siang bakal tambah berat buatmu menangani berbagai tugas. Apalagi pekerjaan dengan tingkat kesulitan tinggi.

2. Sore sudah gak fokus, akhiri waktu kerja lebih awal

ilustrasi bekerja dari rumah (pexels.com/Kampus Production)

Di bulan selain Ramadan, kamu betah bekerja sampai sore. Barangkali dirimu baru menutup laptop pukul 17.00 untuk mandi dan persiapan makan malam. Akan tetapi, selama dirimu berpuasa, mungkin gak bisa begini.

Setelah jam 15.00, kemampuan berpikir telah menurun tajamnya. Kamu bukan cuma susah fokus. Kepala sudah pusing, tubuh lemas, bahkan bisa agak mual dan keluar keringat dingin. Semua itu adalah alarm agar tubuh diistirahatkan.

Bukan hanya aktivitas fisik yang perlu dikurangi di sore hari. Kerja pikiran juga mesti diringankan. Daripada dirimu bekerja lambat sekali serta banyak melakukan kesalahan, mending akhiri dulu sesi kerjamu. Gunakan waktu untuk tidur sebentar, siap-siap memasak, atau ngabuburit sambil beli takjil.

3. Habis Tarawih bisa lanjut bekerja, tapi jangan bergadang

ilustrasi bekerja di malam hari (pexels.com/cottonbro studio)

Lantaran sepanjang siang kerjamu kurang optimal, malam hari selepas kamu berbuka, kamu bisa lanjut bekerja. Bila waktunya mepet antara berbuka, salat Magrib, salat Isya, dan salat Tarawih, maka bekerjanya setelah Tarawih saja. Sambil dirimu makan kudapan serta memperbanyak minum air putih.

Sebagian orang mengantuk berat selepas berbuka sehingga pulang salat Tarawih langsung tidur. Namun, kamu malah bisa merasa lebih berenergi dengan menu buka puasa yang tepat. Seperti makan karbohidrat secukupnya saja.

Hindari terlalu banyak makan dan minum manis. Plus, sejak awal berbuka sudah didahului dengan air putih. Jangan minuman manis aneka warna melulu atau kafein tinggi. Kondisi dehidrasi bikin dirimu lebih mudah mengantuk.

Akan tetapi, jam kerja tetap harus dibatasi. Jangan bergadang. Nanti dirimu terlambat bangun sahur. Kondisi tubuh pun bisa drop. Setelah salat Tarawih, kamu dapat bekerja sampai jam 22.00, kemudian istirahat.

4. Juga setelah sahur bisa bekerja sebentar

ilustrasi bekerja dari rumah (pexels.com/olia danilevich)

Kondisi berpuasa memang tidak cocok untukmu bekerja langsung dalam waktu yang panjang. Itu terlalu melelahkan sekalipun dilakukan dari rumah. Solusinya, setiap waktu luang di rumah dapat dimanfaatkan buat bekerja.

Sebentar-sebentar, tapi fokusmu lagi lebih baik daripada bekerja dari pagi hingga sore dengan daya konsentrasi lemah. Kamu bisa bekerja sehabis sahur sembari menunggu azan Subuh. Juga daripada dirimu langsung tidur lagi yang memicu naiknya asam lambung serta gula darah.

Bila waktu sahurmu mepet azan Subuh, berarti waktu bekerja sekalian habis sembahyang saja. Dirimu dapat bekerja dari jam 04.30 sampai 06.00. Kalau kamu mengantuk, tidurlah dari jam 06.00 hingga 07.00. Bangun-bangun langsung mandi dan beres-beres sebentar. Jam 08.00, dirimu telah siap kembali bekerja.

5. Waspadai godaan tidur terus

ilustrasi bekerja dari rumah (pexels.com/Arina Krasnikova)

Enaknya bekerja dari rumah selama Ramadan tentu banyak. Kamu gak perlu berangkat ke kantor dalam kondisi masih mengantuk. Juga terjebak macet atau berdesak-desakan di kendaraan umum pada jam berangkat serta pulang.

Kamu pun bisa mengambil lebih banyak waktu buat beribadah di sela-sela bekerja dari rumah. Akan tetapi, ibadah yang dimaksud bukan lebih banyak tidur ketimbang bekerja. Walaupun rasa kantuk menjadi godaan terbesar, dirimu mesti kuat.

Ada beberapa cara biar kamu tak mudah mengantuk di siang hari. Ketika sahur, konsumsi karbohidrat secukupnya ditambah protein dan sayur. Penuhi kebutuhan air putih. Tak kalah penting, pilih lokasi kerja agak jauh dari kasur dan hindari bekerja sambil rebahan.

Bekerja dari rumah sembari berpuasa memang berat dalam menahan keinginan untuk tidur atau bermalas-malasan. Akan tetapi, masih lebih berat lagi bagi orang-orang yang harus tetap bekerja di lapangan saat sinar matahari sedang panas-panasnya. Kamu tidak boleh mengeluh, apalagi mengambinghitamkan puasa sebagai penyebab menurunnya produktivitas. Oleh sebab itu, atur pekerjaan selama WFH di bulan Ramadan agar kerjaan tetap lancar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team