Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pramono Pertimbangkan Opsi WFH jika Cuaca Ekstrem Terjadi di Hari Kerja

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meluncurkan layanan Angkutan Sekolah Ramah Disabilitas Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meluncurkan layanan Angkutan Sekolah Ramah Disabilitas Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta, pada Rabu (21/1/26). (Dok. Pemprov DKI)
Intinya sih...
  • Pramono siapkan anggaran OMC satu bulan
  • Pramono siapkan anggaran normalisasi
  • Curah hujan mencapai lebih dari 250 milimeter landa Jakarta
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesHujan deras melanda wilayah Jakarta bebereapa hari terakhir. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan pemberlakuan work from home (WFH) jika cuaca ekstrem terjadi di hari kerja.

Ia menjelaskan, hujan lebat yang terjadi pada akhir pekan lalu bertepatan dengan libur panjang sehingga belum memerlukan kebijakan WFH.

“Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak, dan itu terjadi di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan Work From Home, terutama untuk anak-anak didik kita,” kata Pramono di Balai Kota, Rabu (21/1/2026).

1. Pramono siapkan anggaran OMC satu bulan

WhatsApp Image 2025-08-17 at 16.58.59 (2).jpeg
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. Bpbd DKI)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan anggaran operasi modifikasi cuaca selama sebulan penuh. Biasanya, Pemprov DKI menyiapkan anggaran operasi modifikasi cuaca buat tiga hari.

Pramono menekankan, kebijakan ini diambil untuk mencegah hujan berkepanjangan yang menyebabkan banjir. Apalagi, wilayah Pantai Utara Jawa biasanya terdampak banjir saat cuaca ekstrem melanda.

“Cuaca ini lagi ekstrem sekali. Hampir semua sepanjang Pantai Utara Jawa hari ini masih kebanjiran. Tetapi kenapa Jakarta bisa cepat surut? Karena memang fasilitas pompanya cukup,” ujarnya.

2. Pramono siapkan anggaran normalisasi

Normalisasi Kali Cakung Lama (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Normalisasi Kali Cakung Lama (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dia menegaskan tidak ada pengurangan anggaran untuk penanganan cuaca ekstrem di Jakarta. Anggaran tersebut mencakup normalisasi sungai, pembelian pompa baru, hingga OMC.

“Hal yang berkaitan dengan penekanan cuaca buruk dan juga normalisasi sungai, apakah itu Ciliwung atau Krukut, termasuk pembelian pompa-pompa baru, saya menegaskan tidak ada pengurangan. Karena bagaimanapun Jakarta harus dipersiapkan secara baik untuk menangani cuaca buruk,” kata Pramono.

3. Curah hujan mencapai lebih dari 250 milimeter landa Jakarta

Ilustrasi Jakarta.
Ilustrasi Jakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Meski demikian, Pramono mengakui genangan banjir tetap sulit dihindari selama cuaca ekstrem melanda. Apalagi, jika curah hujan mencapai lebih dari 250 milimeter dalam waktu singkat.

“Kalau curah hujannya seperti hari Sabtu-Minggu di atas 250, itu pasti akan terjadi genangan banjir di mana-mana,” jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More

Pekerja SPPG di Bekasi Dibegal, Sepeda Motor Dirampas

21 Jan 2026, 14:45 WIBNews