Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi berdiskusi dengan atasan
ilustrasi berdiskusi dengan atasan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Intinya sih...

  • Posisi entry-level adalah kesempatan emas untuk belajar dasar-dasar industri tanpa tekanan yang terlalu besar.

  • Bidang karier seperti digital marketing, teknologi/IT, sales dan business development, serta customer success/account management cenderung memungkinkan naik jabatan cepat.

  • Strategi naik jabatan cepat meliputi pelajari lebih dari job description, bangun hubungan baik dengan senior, minta feedback rutin, dan tingkatkan skill yang dibutuhkan perusahaan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Karier awal alias posisi entry-level sering dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Gaji pas-pasan, pekerjaan yang masih belajar sana-sini, dan sering merasa jadi “orang terakhir yang dipanggil” dalam proyek. Namun, jangan salah, karier entry-level itu justru bisa jadi batu loncatan emas kalau kamu tahu strateginya. Terutama bagi kamu yang ingin cepat naik jabatan.

Banyak orang berpikir naik jabatan itu soal sudah bekerja berapa lama, usia, atau membangun hubungan dengan orang-orang penting. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Untuk bisa lekas naik jabatan, kamu harus menunjukkan bahwa kamu memang sudah layak untuk naik ke posisi yang lebih tinggi. Ini dia caranya!

1. Kenapa entry-level bisa jadi peluang emas

ilustrasi seseorang sedang bekerja (vecteezy.com/Tonefoto grapher)

Sebelum masuk ke strateginya, kamu harus tahu dulu kenapa masuk kerja lewat posiis entry-level bisa jadi peluang emas. Posisi entry-level sebenarnya adalah kesempatan untuk belajar dasar-dasar industri tanpa tekanan yang terlalu besar. Di sini, kamu bisa memahami alur kerja perusahaan, budaya organisasi, sampai skill yang paling dicari atasan. Yang penting, mindset kamu harus proaktif, bukan pasif dan cuma nunggu perintah. Orang yang cepat naik jabatan biasanya mereka yang sudah menunjukkan kontribusi nyata sejak awal.

2. Bidang karier yang biasanya naik jabatan cepat

ilustrasi digital marketing (unsplash.com/Carlos Muza)

Beberapa bidang cenderung memungkinkan kamu untuk cepat-cepat naik jabatan asalkan kamu menunjukkan ambisi dan siap bergerak cepat:

  • Digital marketing: Karena dunia digital cepat berubah, skill yang fresh selalu dicari. Karyawan yang bisa membuat campaign efektif bisa cepat dipromosikan menjadi supervisor atau team leader.

  • Teknologi / IT: Programmer junior yang bisa cepat beradaptasi dengan teknologi baru atau troubleshoot masalah besar kerap menjadi kandidat promosi dalam hitungan bulan.

  • Sales dan business development: Di bidang ini, hasil nyata berbicara lebih keras daripada lamanya kamu bekerja. Asal target selalu tercapai, bonus dan promosi cepat menunggu.

  • Customer success / account management: Kamu yang bisa menjaga klien dan membuat mereka senang biasanya akan lebih dilirik manajemen untuk menempati posisi yang lebih senior.

3. Strategi naik jabatan cepat

ilustrasi berbicara dengan atasan (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Naik jabatan bukan cuma soal lamanya kamu bekerja, tapi juga strategi. Berikut beberapa tips yang bisa dipraktikkan:

  • Pelajari lebih dari job description kamu. Kalau hanya mengerjakan apa yang tertulis, kamu akan terlihat biasa saja. Coba ambil inisiatif untuk bantu proyek lain atau cari solusi untuk masalah tim.

  • Bangun hubungan baik dengan senior. Networking di kantor itu penting. Bukan berarti sok akrab, tapi tunjukkan kalau kamu bisa diandalkan dan mudah diajak kerja sama.

  • Minta feedback rutin. Jangan takut dikritik. Feedback itu bahan bakar agar kamu berkembang lebih cepat.

  • Tingkatkan skill yang dibutuhkan perusahaan. Misal di marketing, kamu bisa belajar SEO, Google Analytics, atau social media ads. Skill yang langka biasanya membuat kamu cepat naik kelas.

4. Mindset yang harus dimiliki

ilustrasi rapat kerja (pexels.com/fauxels)

Selain skill dan strategi, mindset juga jadi kunci penting. Orang yang cepat naik jabatan biasanya punya mental:

  • Proaktif. Tidak menunggu perintah, tapi cari peluang untuk kontribusi lebih.

  • Adaptif. Cepat belajar, bisa berubah sesuai kebutuhan tim.

  • Berorientasi pada hasil. Fokus ke output nyata, bukan hanya jam kerja.

  • Sabar tapi konsisten. Kadang promosi tidak langsung datang, tapi konsistensi akan terlihat.

5. Kesalahan yang harus dihindari

ilustrasi seseorang sedang merasa malas (pexels.com/cottonbro)

Kalau mau cepat naik jabatan, jangan sampai melakukan kesalahan ini:

  • Hanya fokus pada gaji, bukan kontribusi.

  • Malas belajar hal baru.

  • Tidak membangun relasi dengan rekan kerja.

  • Menolak tugas tambahan karena merasa di luar job desc.

Intinya, posisi entry-level itu bukan jebakan, tapi pintu gerbang kalau kamu punya strategi, skill, dan mindset yang tepat. Jadi, daripada mengeluh soal gaji kecil atau pekerjaan sepele, gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan nilai kamu. Siapa tahu, dalam 1-2 tahun, kamu sudah duduk di posisi yang lebih tinggi, punya gaji lebih mantap, dan proyek lebih menantang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team