Karakter Miranda Priestly dalam film The Devil Wears (Instagram/@tdwpmovie)
Tidak semua atasan yang keras itu buruk. Miranda memang tampak ekstrem, tapi ada pelajaran penting juga yang bisa kamu ambil, yakni standar tinggi tidak selalu sama dengan toxic. Yang jadi masalah mungkin adalah cara penyampaiannya.
Kita bisa melihat bahwa dia terlalu mengontrol ketika seharusnya memberdayakan, menggunakan keheningan sebagai senjata, dan memerintah melalui rasa takut. Miranda juga tidak memberikan feedback, tidak memberikan dorongan, dan tidak memberikan toleransi atas kesalahan.
Dia benar-benar memiliki standar yang tinggi. Tapi cara penyampaiannya memang harus kita akui bahwa itu terkesan cukup toxic dan ini juga bisa berpengaruh ke kesehatan mentalmu.
Menurut studi Sekolah Bisnis Universitas Manchester yang meneliti lebih dalam bagaimana karyawan terpengaruh oleh bos yang toxic. Mereka meneliti 1.200 partisipan dari berbagai industri di beberapa negara berbeda.
Tidak mengherankan, orang-orang yang bekerja untuk bos yang toxic mengalami tingkat kepuasan kerja yang lebih rendah. Namun yang lebih mengkhawatirkan, penderitaan karyawan di tempat kerja juga meluas ke kehidupan pribadi mereka. Para peneliti menemukan bahwa karyawan yang bekerja untuk bos yang narsis atau psikopat lebih cenderung mengalami depresi klinis.