Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dari Andy ke Gen Z: Cara Bertahan di Dunia Kerja yang Toxic tapi Kompetitif

Dari Andy ke Gen Z: Cara Bertahan di Dunia Kerja yang Toxic tapi Kompetitif
Cuplikan film The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)

Gak sedikit yang menganggap karakter Andrea Sachs (Andy) dalam "The Devil Wears Prada" sebagai simbol ‘bertahan hidup’ di dunia kerja yang terkadang terasa berat dan keras. Ia adalah seorang fresh graduate idealis, lalu dipaksa beradaptasi dengan tuntutan yang tinggi, bos toxic, dan lingkungan kerja yang kompetitif.

Namun, bagi Gen Z mental health menjadi prioritas. Tidak hanya ingin sukses, tapi juga ingin tetap ‘waras’ di tengah tekanan kerja. Lantas, apa yang bisa Gen Z contoh dari sosok Andy?

1. Jangan serap semua, belajar pasang batas

Karakter Andy dalam The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)
Karakter Andy dalam The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)

Dunia kerja selalu kompetitif dan menuntut performa tinggi. Bahkan keseimbangan hidup sering kali mengorbankan. Andy pun mengalami ini, dia punya jam kerja yang panjang, tuntutan tidak masuk akal, dan tekanan dari atasan.

Dalam jurnal berjudul Stress and Coping Mechanisms among Generation Z, menunjukkan Gen Z pun sekarang menghadapi tekanan yang sama, bahkan lebih tinggi. Jadi, meskipun zaman berubah, tekanan kerja masih menjadi tantangan utama.

"Pekerja Gen Z menghadapi tingkat stres, kecemasan, dan kelelahan kerja yang tinggi, seringkali lebih tinggi daripada generasi sebelumnya," tulis peneliti dalam ResearchGate.

"Pemicu stres utama meliputi tekanan finansial, keseimbangan kerja-hidup yang buruk, manajemen yang buruk, dan kesepian dalam pekerjaan jarak jauh," lanjut peneliti.

Daripada kamu tertekan, cobalah memasang batasan. Jangan membawa semua masalah kerja ke dalam diri. Padahal, tidak semua hal harus kamu tanggung sendiri. Memperkuat batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bisa sangat membantu. Mulai dari hal kecil seperti batasi komunikasi di luar jam kerja, jangan selalu merasa harus menyenangkan semua orang, dan berani mengatakan “tidak” jika beban kerja sudah tidak masuk akal.

2. Fokus pada apa yang bisa kamu kontrol

Karakter Andy dalam The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)
Karakter Andy dalam The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)

Gen Z bisa lebih kritis terhadap lingkungan kerja. Mereka tidak ingin sekadar survive, tapi juga ingin merasa aman secara mental. Data menunjukkan bahwa 78 persen Gen Z memilih perusahaan yang peduli pada kesehatan mental.

“Mereka menginginkan rasa hormat, fleksibilitas, dan dukungan yang tulus,” ujar Simon Thomas, direktur CERIPH, dikutip dari Workplace Journal.

Jadi, lingkungan kerja memang bisa membuat kamu merasa tidak berdaya. Tapi cobalah fokus pada apa yang bisa kamu kontrol. Misalnya, soal cara kerja, respon terhadap konflik, dan manajemen waktu-kamu bisa mengurangi beban mental yang tidak perlu.

3. Bangun support system, jangan bertahan sendiri

Karakter Andy dalam The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)
Karakter Andy dalam The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)

Lingkungan kerja toxic seperti yang dialami Andy ini bukan fiksi. Pasalnya, banyak Gen Z menghadapi manajemen buruk, kurangnya empati, dan tekanan kerja yang tidak realistis. Bahkan, laporan psikologi menyebut bahwa hampir setengah Gen Z merasa stres di tempat kerja mereka.

"Dalam survei versi 2023, hampir setengah dari Gen Z (46 persen) mengatakan mereka merasa stres atau cemas di tempat kerja sepanjang waktu atau sebagian besar waktu. Dan pekerjaan mereka berkontribusi secara signifikan terhadap tingkat stres," jelas Ryan Jenkins, seorang futuris kepemimpinan dan pakar generasi yang diakui secara global dikutip dari Psychology Today.

Lebih lanjut, Ryan menyarankan untuk membangun koneksi untuk membangun support system, baik di dalam maupun luar pekerjaan. Menurutnya, hal ini bisa meningkatkan kesehatan mental.

"Faktor utama yang mendorong kesehatan mental yang baik bagi Gen Z bukanlah waktu libur. Bukan pula aplikasi terapi. Melainkan koneksi. Dalam survei tahun 2023, 73 persen Gen Z mengatakan bahwa menghabiskan waktu bersama teman secara langsung meningkatkan kesehatan mental mereka," jelasnya.

4. Belajar dari Andy: adaptasi, tapi jangan kehilangan diri

Karakter Miranda Priestly dan Andy dalam The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)
Karakter Miranda Priestly dan Andy dalam The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)

Dalam "The Devil Wears Prada" Andy memang berhasil 'bertahan' di tempat kerjanya, dan itu dibayar dengan harga mahal, yakni hampir kehilangan identitasnya. Ini bisa jadi pelajaran penting bahwa adaptasi itu perlu, tapi jangan sampai mengorbankan nilai diri.

Psikologi modern dalam jurnal Stress and Coping Mechanisms among Generation Z, menekankan pentingnya batasan (boundaries). Lingkungan kerja yang sehat bukan hanya soal performa, tapi juga rasa aman secara emosional.

“Organisasi harus menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis,” tulis peneliti dalam studi tentang Gen Z di workplace dikutip dari ResearchGate.

Artinya, strategi bertahan bukan lagi tahan banting tanpa bersuara. Tapi lebih ke tahu kapan harus bertahan, kapan harus bicara, dan kapan harus pergi.

5. Strategi bertahan yang baik adalah lebih sadar dan lebih seimbang

Karakter Andy dalam The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)
Karakter Andy dalam The Devil Wears Prada (Instagram/@tdwpmovie)

Kamu bisa tetap ambisius, tapi lebih selektif terhadap lingkungan kerja. Ryan Jenkins menjelaskan bahwa Gen Z mencari koneksi, dukungan, dan makna dalam pekerjaan bisa menjadi kunci untuk bertahan.

"Gen Z menempatkan koneksi sebagai pendorong utama kesehatan mental dan kesejahteraan mereka," jelasnya.

Selain itu, dikutip dari MSW Management Journal dalam jurnal berjudul Job Hopping and Mental Health Outcomes among Gen Z Employees: A Workplace Well-being Perspective, Gen Z dinilai lebih berani mengambil keputusan. Mereka bisa saja berpindah-pindah pekerjaan untuk mendapatkan keseimbangan hidup dan peluang yang lebih baik, bukan sekadar “tidak loyal”.

Perjalanan Andy di "The Devil Wears Prada" bisa jadi gambaran kerasnya dunia kerja. Namun, pada akhirnya dia tetap memilih kewarasan dan keseimbangan dalam hidupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Related Articles

See More

7 Jenis Grooming Kucing, Bersih dan Sehat!

29 Apr 2026, 23:54 WIBLife