Di era kerja yang serba cepat dan penuh persaingan, banyak orang merasa harus selalu tampil sempurna. Sedikit kesalahan saja bisa membuat seseorang merasa tidak cukup pintar, tidak layak berada di posisinya, atau takut suatu saat “ketahuan” bahwa dirinya sebenarnya biasa saja. Perasaan inilah yang dikenal sebagai imposter syndrome.
Menariknya, kondisi ini tidak hanya dialami pekerja baru. Karyawan berpengalaman, mahasiswa berprestasi, bahkan pemimpin perusahaan pun bisa mengalaminya. Lingkungan kerja yang kompetitif sering membuat seseorang terus membandingkan diri dengan pencapaian orang lain hingga lupa menghargai prosesnya sendiri. Agar tidak terus terjebak dalam rasa ragu dan overthinking, berikut lima cara mengatasi imposter syndrome yang bisa diterapkan dalam kehidupan kerja sehari-hari.
