ilustrasi wawancara kerja (pexels.com/Timur Weber)
Pewawancara mengharapkan kamu menjawab pertanyaan ini dengan cerdas, bukan secara acak. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa kamu berpengetahuan, percaya diri, dan fleksibel. Berikut adalah tiga cara efektif untuk merespons, tergantung pada sejauh mana kamu berada dalam proses perekrutan menurut career advice specialist Priyanka Bakhtani, dikutip dari laman Shine.
A. Coba mengalihkan pertanyaan
Jika wawancara masih dalam tahap awal, tidak apa-apa untuk mengalihkan pertanyaan dengan sopan. Kamu bisa menjelaskan bahwa kamu ingin memahami tanggung jawab pekerjaan secara lengkap sebelum memberikan angka.
Hal ini bisa membantu kamu menghindari penawaran yang terlalu rendah atau terlalu tinggi terlalu dini. Ini juga menunjukkan bahwa kamu berpikir dengan cermat sebelum membuat komitmen.
Contoh:
“Saya lebih fokus pada menemukan peran yang tepat dan memahami tanggung jawabnya terlebih dahulu. Setelah memastikan ada kecocokan yang baik, saya terbuka untuk membahas kompensasi yang adil yang sesuai dengan peran tersebut.”
Jawab ini bisa kamu gunakan ketika: HR menanyakan ekspektasi gaji sangat awal, belum menjelaskan peran, tanggung jawab, atau peluang pertumbuhan karier.
B. Tanyakan tentang kompensasi dan tunjangan
Gaji bukan hanya jumlah yang kamu terima setiap bulan. Ada banyak komponen lain. Ini termasuk bonus, insentif, asuransi, opsi bekerja dari rumah hingga tunjangan pembelajaran. Terkadang perusahaan mungkin menawarkan gaji yang sedikit lebih rendah tetapi memberikan tunjangan yang kuat. Menanyakan tentang tunjangan menunjukkan bahwa kamu mengevaluasi tawaran secara holistik.
Contoh:
“Bisakah Anda membagikan kisaran gaji dan struktur kompensasi keseluruhan untuk posisi ini, termasuk tunjangan dan peluang pertumbuhan, sehingga saya dapat menyesuaikan harapan saya?”
Paling baik digunakan jika: Peran dan tanggung jawabnya jelas, tetapi diskusi belum mencakup bonus, tunjangan, atau struktur lengkapnya.
C. Sebutkan kisaran gaji
Memberikan satu angka dapat membatasi kekuatan negosiasi, jadi selalu aman untuk menyebutkan kisaran. Perekrut biasanya fokus pada angka terendah yang kamu sebutkan, jadi pilihlah kisaran yang bijak berdasarkan riset. Rentang gaji yang telah diteliti dengan baik akan membuat kamu terlihat percaya diri, realistis, dan siap.
Contoh:
“Berdasarkan keterampilan, pengalaman, dan riset pasar, saya mencari gaji dalam kisaran XXX hingga YYY, meskipun saya fleksibel tergantung pada paket kompensasi lengkap.”
Paling tepat jika: Kamu telah meneliti standar industri sesuai dengan pengalaman kamu dan pewawancara menanyakan gaji atau Cost to Company (CTC) yang kamu harapkan.
Tapi perlu ada sedikit catatan di poin ini. Rentang gaji kamu harus didukung oleh beberapa hal sebagai bahan pertimbangan juga, seperti standar industri, tren lokasi, pengalaman, keterampilan, sertifikasi, dan permintaan peran.
D. Perjelas mengenai peran pekerjaan kamu
Dengan pendekatan yang tepat, pertanyaan ini dapat membantu kamu menyampaikan nilaimu dengan jelas. Contoh jawaban ini ramah bagi HR dan cocok untuk beberapa situasi. Jadi, tak ada salahnya bahwa kamu ingin tahu seperti apa peranmu dengan jelas.
Contoh:
“Sebelum memberikan kisaran spesifik, saya ingin memahami tanggung jawab dan ekspektasi dengan lebih baik. Setelah saya memiliki gambaran yang jelas tentang peran tersebut, saya dapat menyampaikan kisaran gaji yang realistis dan adil.”
Contoh jawaban jika kamu sudah mengetahui standar industri:
“Berdasarkan riset saya tentang standar industri dan tingkat pengalaman saya, saya percaya kisaran gaji antara XXX hingga YYY akan sesuai. Saya terbuka untuk mendiskusikan bagaimana hal ini sesuai dengan anggaran Anda.”
Contoh jawaban jika kamu lebih suka pihak perusahaan membagikan anggaran mereka terlebih dahulu:
“Saya ingin mencapai kisaran yang sesuai untuk kedua belah pihak. Bisakah Anda membagikan anggaran kompensasi untuk peran ini? Itu akan membantu saya menyelaraskan ekspektasi saya secara akurat.”