“Sebaiknya email negosiasi gaji kamu tetap sopan, profesional, dan langsung. Kamu perlu menunjukkan bahwa kamu bijaksana dan terorganisir, dan tunjukkan bahwa kamu menghargai waktu atasan kamu,” saran Lin dikutip dari laman Fast Company.
Cara Negoisasi Gaji Lewat Email, Sopan, Terstruktur, dan Profesional

Negosiasi gaji sering kali menjadi momen yang menegangkan, terutama ketika dilakukan melalui email. Banyak orang merasa ragu untuk menyampaikan keinginan mereka karena takut dianggap tidak sopan atau terlalu menuntut. Padahal, negosiasi gaji adalah hal yang wajar dan profesional selama disampaikan dengan cara yang tepat.
Melalui email, negosiasi gaji justru bisa dilakukan dengan lebih terstruktur dan matang. Kamu memiliki waktu untuk menyusun kata-kata, menimbang argumen, serta menyampaikan nilai diri secara jelas. Berikut cara negoisasi gaji lewat email.
Langkah 1: Ucapkan terima kasih kepada perusahaan atas tawaran tersebut

Manajer perekrutan perlu tahu bahwa kamu benar-benar bersemangat dan berterima kasih untuk menerima tawaran ini. Bahasa yang paling tepat untuk digunakan dalam bagian email ini adalah frasa tentang bekerja sama. Kamu bersemangat untuk bekerja sama di perusahaan ini.
Kamu juga berharap dapat bekerja sama untuk menemukan paket gaji dan tunjangan yang sesuai untuk kedua belah pihak. Kamu bahkan bisa menyatakan kembali tawaran yang mereka berikan, misalnya menggunakan kalimat seperti “Saya sangat berterima kasih atas tawaran Anda sebesar [gaji], tetapi . . .”
Menurut Lewis C. Lin, CEO Impact Interview, sebuah praktik pelatihan eksekutif yang menyediakan pelatihan wawancara untuk pencari kerja, menyarankan untuk menyusun pesan secara singkat. Ini adalah cara untuk memanfaatkan momentum untuk negosiasi gaji.
Selain itu, Lin juga merekomendasikan untuk menggunakan nada terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan. Hal ini bisa menghindari nada yang terkesan memaksa atau merasa berhak.
Langkah 2: Nyatakan tawaran balasan kamu

Angka yang kamu sebutkan dalam email adalah titik awal untuk bernegosiasi, dan belum tentu angka yang kamu harapkan pada akhirnya akan ditawarkan kepadamu. Untuk bagian email ini, Lin merekomendasikan untuk menggunakan nada yang hormat, sopan, dan profesional.
"Penting untuk diingat bahwa sebagian besar perusahaan mengharapkan pelamar kerja untuk menegosiasikan gaji awal," jelas Lin.
Saran Lin, gunakan frasa-frasa berikut untuk membantu menjaga nada yang hormat dan profesional sambil menyampaikan maksud kamu. Kamu juga perlu mengetahui beberapa frasa yang harus dihindari:
Frasa yang efektif:
“Apakah ada ruang untuk negosiasi?”
“Jika tidak terlalu sensitif, apakah Anda keberatan jika saya bertanya berapa kisaran gaji untuk peran ini?”
“Bisakah kita membahas komponen lain dari rencana kompensasi?”
“Seberapa bersedia Anda untuk . . .”
Frasa yang tidak efektif
“Saya tidak akan menerima jika kurang dari X”
“Saya membutuhkan gaji yang lebih tinggi untuk membayar tagihan saya”
Langkah 3: Dukung argumen kamu

Angka yang kamu minta bisa tidak berarti jika kamu tidak dapat mendukungnya dengan riset dan justifikasi. Bahkan, riset adalah salah satu hal terpenting yang bisa kamu lakukan untuk membuat negosiasi gajimu berhasil. Kamu perlu mencoba mencari tahu gambaran tentang kisaran gaji rata-rata untuk seseorang dengan pengalaman sepertimu, di industrimu, dan di kotamu.
Ingat juga untuk selalu mengusahakan mencantumkan sumber atau acuan angka gajimu. Terutama jika kamu mengandalkan informasi numerik untuk mendukung permintaan kamu.
“Para kandidat sering lupa menjelaskan alasan mengapa mereka menginginkan atau pantas mendapatkan gaji yang lebih tinggi,” kata Lin.
“Para peneliti telah menemukan bahwa negosiator yang menyertakan alasan mengapa mereka pantas mendapatkan sesuatu lebih efektif 20% dibandingkan mereka yang tidak,” tambah Lin.
Lin merekomendasikan penggunaan templat berikut sebagai titik awal untuk email negosiasi gaji kamu. Menurut Lin, templat ini ideal karena singkat dan langsung ke intinya, yang sesuai dengan kebutuhan perekrut dan manajer perekrutan yang sibuk, serta tetap sopan, jelas, dan lugas.
“Kepada Yth. Manajer Perekrutan,
Terima kasih telah menawarkan posisi ini kepada saya. Saya sangat antusias dengan kesempatan ini, dan saya tidak sabar untuk memulai.
Untuk gaji awal, saya menginginkan angka yang mendekati [masukkan angka spesifik]. Alasannya adalah [alasan spesifik].
Apakah ada ruang untuk negosiasi lebih lanjut?”
Ingat, ini adalah titik awal, dan negosiasi lebih lanjut dapat dilakukan kemudian. Namun dengan melakukan riset sekarang, dan merangkum permintaan kamu ke dalam pesan yang singkat dan jelas, menurut Lin kamu sudah berada di jalur yang tepat untuk mendapatkan gaji tertinggi yang kamu minta.
Pada akhirnya, kunci utama dalam cara negoisasi gaji lewat email adalah komunikasi yang jelas, sopan, dan berbasis data. Menyampaikan alasan secara logis, menunjukkan kontribusi, serta menjaga nada bahasa yang profesional akan meningkatkan peluang negosiasi berjalan lancar.


















