Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, kehilangan karyawan terbaik bisa jadi pukulan besar bagi perusahaan. Bukan cuma soal biaya rekrutmen ulang, tapi juga hilangnya pengetahuan, relasi, dan ritme kerja tim yang sudah terbangun. Banyak perusahaan baru sadar pentingnya retention ketika surat pengunduran diri sudah di meja HR. Padahal, menjaga talenta agar tetap bertahan jauh lebih strategis dibanding terus-menerus mencari pengganti.
Fenomena resign massal menunjukkan bahwa loyalitas karyawan gak lagi bisa dibangun dengan gaji semata. Lingkungan kerja, makna pekerjaan, hingga ruang berkembang kini jadi pertimbangan utama. Perusahaan perlu pendekatan yang lebih manusiawi dan relevan dengan kebutuhan karyawan masa kini. Yuk, simak lima cara mempertahankan karyawan terbaik agar gak resign!
