ilustrasi rekan kerja yang menyebalkan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Stoik sangat menekankan pentingnya berpikir sebelum bereaksi, terutama dalam situasi yang memancing emosi. Sebelum kamu membalas emailnya dengan nada tajam atau bergabung mengadu ke atasan, tanya dulu apakah ini keputusan yang akan kamu sesali dalam seminggu ke depan? Jeda satu menit sebelum bereaksi sering kali cukup untuk memisahkan respons yang bijak dari reaksi yang impulsif. Itu jeda kecil yang dampaknya besar.
Dalam jangka panjang, orang yang konsisten tenang di situasi sulit jauh lebih dihormati di lingkungan kerja dibandingkan dengan yang mudah tersulut. Rekan kerja yang menyebalkan itu mungkin tidak akan pergi ke mana-mana dalam waktu dekat, tapi caramu menghadapinya akan membentuk reputasi profesionalmu secara diam-diam. Orang-orang di sekitarmu memperhatikan itu, bahkan ketika kamu tidak menyadarinya.
Walau cara menerapkan stoik untuk hadapi kolega menyebalkan tak menjanjikan bahwa mereka akan berubah atau pergi, hal ini patut untuk dicoba perlahan. Menerapkan stoik berarti kamu punya cara untuk tidak membiarkan orang lain menentukan kualitas harimu di tempat kerja. Semakin sering kamu melatih, semakin kecil ruang yang bisa dia ambil dari ketenangan pikiranmu. Pada akhirnya, siapa yang lebih diuntungkan dari semua ini kalau bukan kamu sendiri?