Memilih karier sering kali tidak sesederhana mengikuti minat atau kemampuan. Misalnya, kamu kuliah di jurusan pendidikan, tapi setelah lulus justru tertarik bekerja di bidang kreatif. Atau, kamu memilih jadi freelancer karena merasa lebih bebas dan minim tekanan kerja. Baru mulai melangkah, komentar pun mulai berdatangan: sayang kuliahnya, ilmunya gak kepakai, kenapa gak kerja sesuai jurusan saja.
Tekanan sosial dalam memilih karier itu nyata, dan sering datang tanpa diminta. Masalahnya, tekanan ini biasanya datang dengan dalih “cuma saran” atau wujud kepedulian, tapi terus diulang sampai bikin eneg. Kalau tidak disikapi dengan bijak, ini bisa menyebabkan munculnya rasa minder atau kamu jadi tidak bisa menjalani pekerjaan dengan tulus. Agar tidak makin stres, yuk cari tahu cara menghadapi tekanan sosial dalam memilih karier!
