Bekerja dengan bos micromanager bisa membuat hari di kantor terasa jauh lebih melelahkan dari seharusnya. Baru mulai tugas sedikit, sudah ditanya progresnya. Baru ambil keputusan kecil, langsung dikoreksi detailnya. Dalam dunia kerja, situasi seperti ini sering bikin orang merasa diawasi terus tanpa ruang bernapas.
Banyak pekerja akhirnya merasa stres, overthinking, bahkan meragukan kemampuan sendiri saat menghadapi atasan seperti itu. Padahal, tidak semua bos micromanager bisa dihadapi dengan cara melawan atau resign mendadak. Kadang yang dibutuhkan justru strategi komunikasi dan pengelolaan emosi yang lebih cerdas. Yuk simak lima cara tetap waras saat harus bekerja dengan bos micromanager.
