Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Intip Jobdesk Travel Writer, Dibayar untuk Jalan-jalan?
ilustrasi orang tersenyum menghadap kamera (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Travel writer adalah profesi jurnalistik yang menulis kisah perjalanan secara kreatif, mencakup riset, eksplorasi destinasi, dokumentasi visual, serta penyuntingan konten agar informatif dan menarik.
  • Pekerjaan ini menuntut penguasaan hard skill seperti menulis, SEO, riset, fotografi dasar, serta soft skill seperti adaptasi tinggi, manajemen waktu, dan kepekaan sosial.
  • Karier travel writer bisa dimulai dari penulis hingga manajer komunikasi pemasaran dengan gaji rata-rata Rp3.500.000–Rp7.100.000 per bulan tergantung pengalaman dan personal branding.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu lagi kerja, tapi gak berasa lagi kerja. Pernah gak dengar pernyataan semacam itu? Nah, katanya hal itu bisa dialami oleh seorang travel writer. Travel writer dinilai sebagai pekerjaan impian karena kamu bisa dibayar untuk menjelajahi tempat-tempat baru, mencicipi kuliner khas suatu daerah, dan menyelami budaya-budaya yang unik. Kalau begitu, siapa sih yang gak mau?

Eh, tapi, sebelum buru-buru mengundurkan diri dari pekerjaanmu sekarang dan memesan tiket kereta atau pesawat untuk bepergian, penting untuk memahami bahwa travel writer bukan sekadar “jalan-jalan”. Ada tanggung jawab besar di balik setiap narasi indah yang kamu baca di media massa, media sosial, ataupun blog.

1. Tugas dan tanggung jawab utama

ilustrasi orang memegang buku (pexels.com/Porapak Apichodilok)

Secara umum, travel writer adalah pekerjaan jurnalistik yang berfokus membuat tulisan nonfiksi kreatif mengenai suatu perjalanan. Tulisan itu mencakup sejumlah aspek, seperti cara menuju suatu tempat, keberagaman budaya, tempat berbelanja, dan lainnya.

Kalau kamu seorang travel writer, ini nih kegiatan sehari-hari yang kamu lakukan.

  1. Melakukan riset berkelanjutan untuk memperoleh hasil tulisan terbaik dan akurat

  2. Melakukan eksplorasi destinasi untuk merasakan pengalaman otentik

  3. Menulis konten yang menarik dan informatif

  4. Mengembangkan ide dan sudut pandang cerita

  5. Mendokumentasikan perjalanan dengan mengambil foto atau video untuk melengkapi konten tulisan

  6. Menyunting dan memperbaiki tulisan

  7. Mengerjakan proyek sesuai tenggat

  8. Membangun jaringan dan relasi dengan penulis, editor, serta profesional industri lainnya

  9. Menjunjung tinggi standar etika

2. Skill dan kualifikasi yang dibutuhkan

ilustrasi orang memegang buku (pexels.com/Porapak Apichodilok)

Seorang travel writer gak sesederhana orang yang hobi jalan-jalan lalu mengunggah foto liburannya dengan takarir atau caption seadanya. Travel writer pun gak bisa sembarangan menuliskan cerita perjalanannya. Ada teknik menulis khusus yang harus dikuasai oleh seorang travel writer agar tulisannya mampu dirasakan oleh pembaca. Dengan kata lain, sebagai seorang travel writer, kamu perlu membuat pembaca seakan-akan ada di tempat itu saat membaca tulisanmu. Berikut hard skill dan soft skill yang wajib dikuasai travel writer.

Hard skill yang wajib dikuasai travel writer.

  1. Keterampilan menulis

  2. SEO (Search Engine Optimization)

  3. Marketing konten

  4. Fotografi dan videografi dasar

  5. Riset dan jurnalisme dasar

Soft skill yang wajib dikuasai travel writer.

  1. Kemampuan beradaptasi

  2. Rasa ingin tahu yang tinggi

  3. Ketangguhan fisik dan mental

  4. Keterampilan manajemen waktu

  5. Kepekaan sosial

  6. Aktif mendengarkan

Jenjang pendidikan minimal seorang travel writer umumnya adalah S1. Jurusan terkait profesi ini ialah seperti Jurusan Sastra, Filsafat, Jurnalistik, dan Pariwisata. Meskipun begitu, latar belakang pendidikan untuk posisi ini sebenarnya amat fleksibel. Ada pula kualifikasi tambahan seperti portofolio tulisan, sertifikasi bahasa, dan keahlian digital.

3. Jenjang karier dan prospek gaji

ilustrasi orang menulis (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Apakah karier menjadi seorang travel writer itu menjanjikan? Jawabannya iya, apalagi kalau kamu bisa memanfaatkan peluang yang ada. Profesi ini gak hanya terbatas bekerja untuk media atau lembaga tertentu, tetapi juga bisa dilakukan secara mandiri sebagai pekerja lepas. Jenjang karier travel writer dimulai sebagai penulis atau editor. Kemudian, bisa naik menjadi konsultan travelling. Lalu, naik lagi menjadi manajer komunikasi pemasaran.

Gaji seorang travel writer pun cukup bervariasi, tergantung pada pengalaman, media tempat bekerja (jika bekerja untuk lembaga tertentu), proyek, dan personal branding kamu. Dilansir laman Rencanamu, estimasi gaji rata-rata seorang penulis perjalanan yang bekerja untuk media dan periklanan ialah sebesar Rp3.500.000–Rp7.100.000 per bulan.

Tertarik gak jadi travel writer? Kalau iya, coba deh terus asah keterampilan menulismu. Kamu juga bisa membuat blog khusus untuk menampilkan karya-karyamu secara terorganisir layaknya pameran. Hal terpenting adalah sabar dan konsisten, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team